Ditodong Badik, Siswi SMA Dibawa ke Penghulu

Selasa, 2 Februari 2021 | 8:57 WITA
Penulis :
Illustrasi Siswi SMA Ditodong Badik
Illustrasi Siswi SMA Ditodong Badik

BANTAENG, MELEKNEWS — Peristiwa yang menimpa R, gadis 16 tahun, warga Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, membuat was-was orang tua. Soalnya, R yang tercatat sebagai siswi kelas XII di salah satu SMA di Bantaeng, mendapat perlakuan tak wajar dari seorang pria dewasa.

Kepala Desa Labbo, Sirajuddin Siraj, menuturkan, kejadian yang dialami R, bermula ketika dia keluar dari pintu gerbang sekolahnya. R ke sekolah, kata dia, untuk menyetor pas photo buat kelengkapan syarat administrasi ijazah.

Gadis yang perparas cantik ini tak menyangka kalau dirinya menjadi target seorang pria. Ironisnya lagi, pria yang berinisial U, warga Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa”jukukang, sudah beristeri dan telah dikaruniai anak.

Seperti biasa, Sabtu (30/1/2021) sore, setelah urusannya di sekolah selesai, R bermaksud kembali ke rumahnya yang berjarak 18 kilometer. Dia melangkah ke parkiran mengambil sepeda motornya kemudian meninggalkan sekolah melalui pintu gerbang utama. Sementara itu, tak jauh dari gerbang sekolah, seorang pria langsung mendekat, mencegat dan menodong R dengan sebilah badik.

Dituturkan R, dia terpaksa menurut karena ketakutan. Pasalnya, kata dia, U mengancam akan menghabisinya kalau tidak ikut. Dibawah ancaman senjata tajam, dia dibonceng menuju Kabupaten Jeneponto.

R seperti terhipnotis. Dalam suasa hati yang sangat ketakutan, dia pasrah mengikuti kemana U membawanya. Di Jeneponto, U mampir ke rumay penghulu dan meminta agar dinikahkan dengan R. Disini, penghulu menolak karena R masih dibawah umur dan juga tidak bersedia dinikahi U.

Pria nekat ini tidak kehabisan akal bulus. Dia lalu menuju Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Seperti di Jeneponto, U membawa R ke rumah penghulu. Tapi niatnya lagi-lagi kandas ditengah jalan. Sementara jarum jam sudah menunjuk angka 22.00 WITA (Sabtu malam).

Di tempat lain, di kediaman keluarga R di Labbo, orang tua dan kerabat tampak bermuram durja. Mereka mengkhawatirkan nasib puteri cantik nan jelita itu. Bermacam prasangka buruk menghunjam ke dalam sanubarinya. Karena tak biasanya R berada diluar sendirian hingga larut malam.