Kades Labbo Minta Polisi Tangkap Pria Pembawa Lari Siswi SMA

Selasa, 2 Februari 2021 | 12:25 WITA
Penulis :
Sirajuddin Siraj, S.Ag., Kepala Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu
Sirajuddin Siraj, S.Ag., Kepala Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu

BANTAENG, MELEKNEWS — Kepala Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sirajuddin Siraj, Selasa (2/2/2021), meminta aparat kepolisian agar segera menangkap pria yang menculik dan membawa lari warganya yang masih duduk di kelas IX SMA.

Kepada meleknews.id, Sirajudin mengungkapkan kekhawatirannya kalau pria yang diduga menculik itu dibiarkan berkeliaran. “Baru saja saya pulang dari rumah keluarga R. Disana berkumpul puluhan orang berencana mendatangi kediaman U di Desa Pa’jukukang”, katanya saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, keluarga R tidak terima perlakukan U. Kata dia, warganya masih sangat menjunjung tinggi budaya siri’ (kehormatan dan nama baik). Apalagi menyangkut masalah kehormatan seorang perempuan, kata dia, warganya lebih memilih mati dari pada hidup menanggung malu.

Apalagi, lanjut Kades, R dibawa U menuju rumah penghulu tanpa seizin kedua orang tua dan keluarga besarnya. Parahnya lagi, kata dia, R sama sekali tidak mengenal U, sehingga merasa harga dirinya diinjak-injak.

Dikemukakan Kades, R diterima kembali oleh keluarganya setelah dilakukan mediasi. “Sebelum saya bersama Kades Pa’jukukang menjemput R, saya melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga R. Pembicaraan cukup alot menyangkut kepulangan R. Nanti saya yakin betul bahwa mereka tidak akan berbuat kasar terhadap R, barulah saya bergerak menjemput R”, urainya.

Dipaparkan Sirajuddin, sewaktu mau menjemput R, dia berkoordinasi dengan Kepala Desa Pa’jukukang, Hariadi Nakka. Soalnya, kata dia, Kades Pa’jukukang yang ditelpon oleh pria tersebut dan memberitahu keberadaannya.

Kades Labbo dan Kades Pa’jukukang berangkat menuju Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere. Mereka didampingi Babinsa dan Babin Kamtibmas masing-masing. “Kami tiba di Loka, Minggu dinihari, pukul 01.00 WITA. Kami langsung langsung mengambil alih R dari penguasaan Untuk selanjutnya dikembalikan kepada kedua orang tuanya”, paparnya.

Suasana pada malam itu, lanjut Sirajuddin, agak mencekam. Ratusan keluarga R mengepung kediaman U. “Ada ratusan orang keluarganya datang mengepung rumah U di Desa Pa’jukukang”, ujarnya.

Beruntung, kata Sirajuddin, dua Kades bersama aparat dari kepolisian dan Kodim berhasil mengendalikan situasi sehingga tidak terjadi aksi anarkis. “Sekitar pukul 04.00 WITA kami bersama R dan keluarganya membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing”, pungkasnya.

Kini R bersama motor miliknya sudah berada di tengah-tengah kekuarganya tanpa cidera sedikitpun.

Kapolsek Pa’jukukang, Iptu Irwan Efendy, kepada wartawan mengatakan, pihaknya belum menangkap pelaku karena keinginan pihak korban lebih mengutamakan anaknya. Dia juga mengaku kasus ini sudah dilaporkan dan segera ditindak lanjuti.