Ditengarai RDKK Bermasalah, Aktivis Minta Updating Poktan

Rabu, 7 April 2021 | 19:17 WITA
Andi Yusdanar Hakim
Andi Yusdanar Hakim. (Dok. meleknews.id)

BANTAENG, MELEKNEWS –– Kisruh kelangkaan pupuk bersubsidi di Bantaeng mengundang perhatian masyarakat. Pasalnya, sudah berkali-kali demonstrasi digelar dari berbagai kalangan, hanya terkait masalah kelangkaan pupuk, namun hingga kini seolah tidak ada solusi.

Ketua LSM LIRA (Lumbung Informasi RAkyat) Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, Rabu (7/4/2021), menyesalkan Dinas Pertanian dan Peternakan selaku pihak yang bertanggung jawab dalam mengusulkan kebutuhan pupuk di Bantaeng ke pemerintah pusat.

Menurut Karaeng Danar (sapaan Andi Yusdanar Hakim), kisruh ini ada hubungannya dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani. “Menurut kami, kisruh kelangkaan pupuk ini ada hubungannya dengan RDKK”, tandasnya.

Alasan dia, RDKK yang diusulkan ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian RI melalui e-RDKK, sudah sesuai jumlah kebutuhan petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi. Pertanyaannya, kata dia, kenapa petani berteriak kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi?

Danar yakin, masalah utamanya ada pada RDKK. Karena itu, kata dia, RDKK kelompok tani (Poktan) harus diupdeting (diperbarui) atau ditinjau kembali.

“Saya yakin ada masalah pada RDKK yang diajukan. Oleh karena itu, RDKK tersebut harus diteliti ulang. Jangan-jangan banyak petani kaya yang tidak berhak mendapat subsidi, masuk daftar di RDKK sehingga merugikan petani miskin yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi”, paparnya.

Ironisnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Budi Taufik beserta Sekretarisnya, Mahyuddin, terkesan menutup diri, enggan berkomentar terkait dugaan kerancuan RDKK.