Ketersediaan Pupuk Disoal, LIRA Kecam Kinerja Kadis Pertanian

Rabu, 3 Maret 2021 | 18:15 WITA
Andi Yusdanar Hakim
Andi Yusdanar Hakim. (Dok. meleknews.id)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Kelangkaan pupuk di Bantaeng terus dipersoalkan komunitas LSM setempat. Hal ini dikarenakan, ketersediaan pupuk bersubsidi merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin – H Sahabuddin.

Fenomena kelangkaan pupuk yang seolah tidak berujung, menjadi indikator aktivis menggelar aksi demonstrasi sebagai representasi jeritan petani akibat kesulitan mendapatkan pupuk.

Sebenarnya, kelangkaan ini sudah dibahas di salah satu channel youtube bernama Obral Obrol bersama Sekretaris Dinas Pertaian Bantaeng, Mahyuddin.

Dalam obrolan tersebut, Mahyuddin mengaku akan membuka pintu dialog dengan semua elemen masyarakat, termasuk LSM. “Kami terbuka. Mari kita duduk bersama membahas dan mencari solusi dari kelangkaan pupuk ini”, ujarnya.

Karena masalah kelangkaan pupuk tak kunjung mendapat solusi, Ketua LSM LIRA (Lumbung Informasi RAkyat) Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, Rabu (3/3/2021), angkat bicara.

Dia mengecam kinerja Kadis Pertanian Bantaeng, Budi Taufik. Kata dia, Kadistan terkesan menutup diri dan seolah melakukan pembiaran terhadap persoalan ini. “Seharusnya pak Kadis tidak bersikap seperti itu. Dia harus membuka diri untuk mendengar langsung tuntutan petani yang disuarakan oleh teman-teman LSM”, ketusnya.

Menurut Yusdanar, kelangkaan pupuk yang disorot berkepanjangan oleh aktivis LSM, tidak perlu terjadi. “Sebenarnya, tidak perlu terjadi sorotan berkepanjangan mengenai kelangkaan pupuk. Kuncinya, ada pada Kadis Pertanian”, tandasnya.

Dikatakan Yusdanar, seandainya Kadis Pertanian “tidak bermain petak umpet”, maka tidak ada pagelaran demo yang berepisode. “Karena Kadis Pertanian menghindar, tidak mau berdiog, yah, beginilah jadinya. Demo terus-terusan digelar karena tidak ada kejelasan solusi dari Dinas Pertanian selaku instansi teknis”, ujarnya.