Pengecer Pupuk Meninggal Dalam Rapat

Kamis, 4 Februari 2021 | 23:56 WITA
Penulis :

JENEPONTO, MELEKNEWS — Keluarga Haji Kasim, warga Desa Bulu Sibatang, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto, awalnya tidak percaya menerima kabar duka bahwa Haji Kasim meninggal dunia.

Pasalnya, Kasim yang berprofesi sebagai pengecer pupuk di desanya, berangkat dari rumahnya dalam keadaan bugar. Tidak ada tanda-tanda Kasim menderita gangguan kesehatan.

Kasim menuju Kantor Desa Bulusibatang atas untuk menghadiri rapat koordinasi (rakor) tentang kelangkaan pupuk yang dikeluhkan petani, Selasa (2/2/2021).

Hingga rapat berlangsung dua jam, Kasim tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia sedang tidak sehat. Bahkan dia menjawab beberapa pertanyaan pada sesi pertama.

Selain kelompok tani, rakor yang dipandu Kades Bulusibatang ini, dihadiri anggota DPRD Jeneponto, Hartono dan perwakilan dari Dinas Pertanian. Rakor berlangsung alot dan cukup hangat karena agendanya menyangkut hajat hidup para petani.

Suasana berubah ketika Kades membuka sesi tanya jawab kedua. Yakni, ketika penanya ketiga mengajukan pertanyaan, mendadak Kasim terjatuh dari kursinya dan tidak sadarkan diri. Spontan peserta menjadi panik dan langsung berhamburan untuk memberi pertolongan.

Kasim segera dilarikan ke Puskesmas Bulusibatang. Oleh petugas Puskesmas menyarankan agar Kasim dibawa ke RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto.

Gerak cepat yang dilakukan tim medis Puskesmas tak membuahkan hasil. Kasim dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Musibah yang menimpa pengecer pupuk ini dibenarkan Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul. Kata dia, Kasim hadir rakor dalam kapasitasnya sebagai pengecer pupuk.

Namun, lanjut Kasubag, pada sesi tanya jawab kedua, Kasim terjatuh dari kursinya dan tidak sadarkan diri. Peserta rapat sudah berusaha menolong membawa ke Puskesmas, namun dia dinyatakan meninggal dalam perjalanan dari Puskesmas menuju rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada ada infornasi mengenai penyebab meninggalnya pengecer pupuk tersebut.