Kabar Gembira Buat Petani di Bantaeng, Pemkab Siapkan Dana Talangan Pupuk Subsid

Minggu, 24 Januari 2021 | 15:47 WITA
Penulis :

BANTAENG, melek news – Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui dinas Pertanian dan Peternakan menyiapkan dana talangan untuk mengantisipasi akan terjadinya pupuk di tahun 2021.

Hal tersebut dilakukan karena setiap tahunnya masyarakat petani di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mengalami kelangkaan atau kekurangan pupuk bersubsidi.

Kelangkaan pupuk bersubsidi setiap tahunnya di masa musim tanam yang dialami para petani ini membuat pemerintah mengambil langkah dengan menyiapkan dana talangan yang besarannya mencapai RP 1, 6 Miliar.

Kepala seksi Pupuk dan pestisida, Dinas
Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng, Nursalamm

Menurut Kepala Seksi Pupuk dan Pestisida, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng, Nur Salam
Kalau saat ini pihaknya telah mengusulkan alokasi anggaran untuk dana talangan pupuk bersubsidi.

“Kami sudah usulkan Alokasi anggaran dana talangan untuk pupuk bersubsidi tahun 2021 ini” ucapnya Senin (18/1/2021).

Dana talangan tersebut menurut Nur Salam sebesar 1,6 Milyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni kabupaten Bantaeng.

Dana talangan tersebut menurutnya akan digunakan jika nantinya pupuk subsidi di Kabupaten Bantaeng itu kembali menjadi langka.

“Jika terjadi lagi kelangkaan pupuk subsidi di tahun ini maka dana talangan tersebut akan kita gunakan untuk membeli pupuk non subsidi lalu kemudian kita salurkan ke para petani Dangan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) subsidi” jelasnya.

Diketahui Untuk tahun 2021 ini kabupaten Bantaeng mendapatkan jatah pupuk subsidi sebesar 15 779 ton.

Gambar ilustrasi pupuk bersubsidi

“Jatah pupuk subsidi untuk tahun ini terbagi dalam beberapa jenis pupuk yakni, untuk pupuk Urea sebanyak 10.575 ton, pupuk SP36 sebanyak 1.140 ton, Mpk 1.383 ton, Za 1.670 ton dan Organik sebanyak 766 ton serta untuk pupuk Cair. 1.915 liter” paparnya.

Kepala Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Bantaeng, Bahar Masjid menyampaikan kalau pihaknya selama ini sudah berupaya untuk terus melakukan pemutakhiran data kelompok.

Menurutnya pemutakhiran data kelompok ini dilakukan untuk memastikan kalau daftar nama yang ada di kelompok itu tidak tidak tercatat lagi di kelompok lain.

“Kami terus melakukan pemutakhiran data kelompok agar tidak ada anggota kelompok yang terdata di kelompok lain” tuturnya.

Hal ini menurutnya sangat berpengaruh dalam pendistribusian pupuk subsidi.

“Jika namanya double maka dia akan mendapat jatah pupuk subsidi itu dua kali juga maka hal ini sangat berpengaruh akan stok yang ada” jelasnya.

Menurutnya untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Bantaeng maka ada sejumlah langkah yang ditempuh.

Selain menyiapkan dana talangan tersebut Pemkab juga melakukan pengkajian untuk penyesuaian komposisi pupuk sesuai luas lahan.

Termasuk juga melaksanakan Pelatihan pembuatan pupuk organik yang dimana diharapkan dengan adanya produksi ini akan mengurangi penggunaan pupuk non organik dan
Mengajak petani menjadi petani organik.

Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng dari Komisi II, Haji Rahman Tompo menyampaikan kalau terkait dana talangan untuk pupuk subsidi itu pihaknya telah membahasnya di Dewan.

Menurutnya sampai saat ini dirinya belum melihat Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)terkait dana talangan tersebut, namun yang jelasnya yang disepakati di Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Bantaeng itu sebanyak RP 3 Milyar.

“Kami telah menyepakati di Banggar terkait dana talangan pupuk subsidi tersebut sebanyak RP 3 Milyar” ungkapnya.selasa (19/1/2021)

Terkait regulasi penyalurannya nanti, H. Rahman Tompo mengaku akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak Kementrian Pertanian.

“Kita konsultasi dulu dengan pihak Kementrian Pertanian terkait regulasinya karena semuanya harus dilakukan berdasarkan payung hukum yang ada” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan kalau tindakan pengadaan dana talangan ini dilakukan dikarenakan kabupaten Bantaeng sering kekurangan pupuk bersubsidi.

“Karena kita sering kekurangan pupuk bersubsidi maka pihak pemerintah dan DPRD Bantaeng mengambil inisiatif untuk menyiapkan dana talangan tersebut” paparnya.

Dia berharap dengan adanya langkah ini masyarakat petani di Bantaeng bisa terbantu yang selama ini sering mengalami kelangkaan pupuk.

“Semoga ini dapat menjadi solusi terbaik bagi petani yang dimana nantinya dapat meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Bantaeng” jelasnya.(SHKM).