
– Cinta dan Benci
Kecintaan dan kebencian terhadap sosok NA menampak pasca penangkapan atas dirinya oleh tim KPK di rumah dinas Gubernur Sulsel, Sabtu (27/2/2021), pukul 02.00 WITA.
Tidak sedikit yang bersukaria dan menghujat sang Tokoh Perubahan. Istilah tempo doeloe pun muncul, “panas setahun dihapuskan hujan sehari”.
Tapi yang “berdukacita” jauh lebih banyak. Dari sini bisa diketahui, bahwa masyarakat yang mencintai NA masih sangat jauh lebih banyak dibandingkan yang membencinya.

Salah satu contoh terkini, pada hari, Rabu (3/3/2021), beberapa orang dipimpin Kama Cappi yang mengaku seorang aktivis LSM, juga pengacara dan pengusaha berdemo di gerbang kantor gubernur Sulsel, menghujat NA.

Sementara di salah satu sari beberapa tempat, yakni di kediaman NA di Bantaeng, ratusan orang menggelar do’a agar NA diberikan kekuatan dan kesehatan menghadapi proses hukum yang menimpanya.
Sebelumnya, di Masjid Garegea, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, ratusan jamaah juga menggelar acara do’a bersama buat keselamatan NA.
Dari menjabat Bupati Bantaeng hingga menyandang status tersangka KPK, NA tetap menjadi sosok kontroversial di sejumlah tempat, baik di media massa maupun di warkop dan di pojok jalan.

