Koruptor Didoakan, Aktivis di Bantaeng Bilang Kecelakaan Berpikir

Jumat, 5 Maret 2021 | 9:33 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Penangkapan dan penahanan Nurdin Abdullah (NA), Gubernur Sulsel, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinas gubernur, Sabtu (27/2/2021), pukul 02.00 WITA, menimbulkan berbagai macam reaksi dari masyarakat.

Ada yang mengirim karangan bunga ke rumah dinas gubernur sebagai wujud empati kepada NA. Ada yang menghujat. Ada pula yang menggelar zikir dan doa di beberapa tempat untuk keselamatan NA.

Para pendukung dan simpatisan NA memanjatkan doa, baik melalui tulisan di media sosial maupun komat-kamit di masjid, pendopo maupun di pondok pesantren sebagai bukti kecintaan sekaligus keprihatinan mereka.

Aldi Naba, seorang aktivis LSM di Bantaeng melalui akun facebooknya, Jumat (5/3/2021), menyindir para pendoa dengan menyebut sebagai “kecelakaan berpikir”.

Penggalan kalimat selanjutnya dalam unggahan Aldi Naba tersebut, berbunyi, ketika masyarakat menangis disebabkan kebijakan yang dikeluarkannya, tidak ada yang mendoakannya.

Disini, Aldi Naba tidak menyebut nama koruptor. Dia juga tidak menjelaskan maksud kalimat tentang doa untuk masyarakat yang menangis, atau untuk pengambil kebijakan yang menjadi penyebab masyarakat itu menangis.

“Mendoakan pejabat koruptor lalu mendiamkan rakyat tertindas itu definisi kecelakaan dalam berpikir, ketika masyarakat menangis akibat kebijakannya tidak ada dari kalian yang mendoakannya”, tulis Aldi Naba.

Unggahan Aldi Naba ditanggapi Fajri Karel Lowyer. Fajri mempertanyakan maksud unggahan tersebut dengan mengatakan “kenapa harus saling menyinggung”.

“Kenapa harus saling menyinggung seperti itu bro,, silahkan berjuang pada garis masing-masing.. orang2 mendo’akan pemimpinnya karena merasa didzolimi juga penting, membela hak-hak buruh juga penting.. masing-masing berjuang dengan garis yang berbeda dan dengan cara yang berbeda pula..”, komentar Fajri Karel Lowyer di beranda Aldi Naba.

Sekadar diketahui, Februari 2021, Fajri ditunjuk sebagai pemegang mandat Ketua Umum The Profesor One Jaya (TPOJ) wilayah Bantaeng.

Mengenai penunjukan Fajri tersebut, dikuatkan pernyataan Supriadi melalui akun facebooknya tertanggal 25 Februari.

Keberatan Fajri di kolom komentar Aldi Naba, ditimpali salah seorang nitizen dengan mengatakan, status Aldi Naba tidak mempresentasekan singgung menyinggung.

Aldi kemudian membalas “saya masih ingat pasukan emak2 yang nangis di depan kantor gubernur bahkan sampai nginap disana, pasukan doa sekarang tidak ada yang prihatin terkait air mata yang keluar dari seorang ibu, apakah ibu itu tidak di zholimi”?