Diduga Korupsi, Dua Orang Bantaeng Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Kajati

Jumat, 26 Februari 2021 | 11:41 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS -— Oknum pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng yang berinisial, MNM, ditahan oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Rabu (24/2/2021) sore.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng, Muh. Ashar, SH menuturkan kalau pihaknya telah menerima penyerahan dua orang tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dari Penyidik Polda Sulsel ke pihak Jaksa Penuntut Umun (JPU) pada hari Rabu lalu.di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

“Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bantaeng telah menerima penyerahan dua orang Tersangka beserta barang buktinya yang berinisial, MNM dan HM pada Rabu lalu”tuturnya, Jum’at (26/2/2021).

Dia juga menyampaikan kalau kedua tersangka ditahan karena tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan rehabilitasi ruang belajar Sekolah Dasar (SD) yang bersumber dari Anggaran APBN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2017.

Akibat perbuatannya mereka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1.305.793.087,- (Satu Milyar Tiga Ratus Lima Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Tiga Ribu Delapan Puluh Tujuh Rupiah).

“Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah diserahkan ke Kejati Sulsel beserta barang buktinya” ungkapnya.

Saat ini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Polda Sulsel untuk menunggu proses hukum selanjutnya.

Diketahui bahwa tersangka MNM sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kabupaten Bantaeng sedangkan, MH sebagai pelaksana kegiatan.(Sahar

Dia terjerat masalah Hukum dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan tahun 2017. Dimana saat itu, MNM adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).