Nelayan Keluhkan Sulit Dapatkan BBM, Ini Penjelasan Pihak SPBU Lamalaka

Rabu, 17 November 2021 | 8:42 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Sejumlah nelayan di Kabupaten Bantaeng mengeluhkan pelayanan yang dilakukan oleh pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau lebih dikenal dengan nama SPBU yang terletak di Lamalaka, Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Sahar (30) Seorang Nelayan yang tinggal di Kampung Mattoangin, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng mengatakan kalau dirinya bersama temannya kerap ditolak oleh pihak SPBU ketika akan melakukan pengisian BBM jenis bensin.

Dia menuturkan kalau bensin tersebut rencananya akan digunakan sebagai bahan bakar di mesin perahu miliknya untuk berangkat melaut mencari rejeki.

“Kami seringkali ditolak ketika akan mengisi bensin di SPBU, padahal bensin yang kami beli itu tidak seberapa hanya cukup untuk kami gunakan mencari ikan di laut” ucapnya saat ditemui di Mattoangin pada Selasa (16/11/2021).

Sejumlah Nelayan saat ditemui di rumahnya di Kampung Matyoangin, Kelurahan Lamalaka, dari kiri ke kanan Daeng Tahir, Sahar, rido

enurutnya, kalau terkadang juga Jerigen mereka bawa yang menampung 10 liter tersebut terisi di bawa pulang dan itupun dengan susah payah karena harus beradu mulut terlebih dahulu dengan pihak SPBU

“Kami sering beradu mulut dengan pihak SPBU untuk bisa mendapatkan bensin pulang” tuturnya.

Dia menyampaikan kalau hidupnya selama ini tergantung dari hasil tangkapan ikan di laut namun ketika tidak bisa mendapatkan bensin maka bagaimana caranya untuk bisa mencari ikan.

Padahal di setiap pengambilan bensin sudah memperlihatkan kartu Nelayan miliknya namun itu tetap tidak mengubah pikiran pihak dari SPBU untuk memberikan bensin.

Senada dengan yang disampaikan oleh Daeng Tahir (55) kalau warga sekitarnya yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan kerap tidak diberikan bensin oleh pihak SPBU.

Padahal menurutnya sudah pernah ada kesepakatan antara pihak SPBU dengan nelayan terkait jam pengisian atau pengambilan BBM.

“Mereka sudah pernah sepakat jam pengambilan BBM untuk para nelayan yakni antara jam 07.00 WITA sampai 08.00 WITA untuk pagi dan pukul 19.00 WITA sampai 20 00 wita untuk pengisian di malam hari” jelasnya.

Kesepakatan ini muncul ketika puluhan warga Kelurahan Lamalaka melakukan aksi didepan SPBU Lamalaka beberapa waktu yang lalu.

Namun sayangnya kesepakatan itu tidak berjalan lama karena pihak dari SPBU kembali ogah-ogahan ketika melihat nelayan membawa Jerigen untuk mengisi BBM.

Diketahui, sebagian besar warga kampung Mattoangin menggantungkan hidupnya di laut sebagai nelayan tangkap dan petani Budi daya rumput laut yang hanya membutuhkan BBM sekitar 10 liter setiap harinya.

Namun untuk mendapatkan 10 liter BBM tersebut mereka harus berjuang bahkan terkadang beradu mulut dengan pihak SPBU.

Akibatnya para nelayan tersebut terkadang tidak pergi mencari nafkah di laut hanya karena tidak mendapatkan BBM.

“Kalau BBM lancar kami biasanya keluar mancing ikan itu 4 sampai 5 kali seminggu, namun karena saat ini susah sekali mendapatkan bensin di Pertamina berangkatnya terkadang hanya 2 kali seminggu” ungkap Daeng Tahir.

Dia berharap pihak Pengelola SPBU dapat lebih memperhatikan para nelayan dalam memberikan BBM karena pekerjaan mereka tergantung dari bensin tersebut.

“Bagaimana bisa berangkat kelaut mencari ikan kalau bensin tidak ada, semoga saja pihak SPBU kedepannya tidak mempersulit kami” harapnya.

Terkait dengan hal tersebut Manajer SPBU Lamalaka, Abdi menjelaskan kalau pihaknya tidak pernah mempersulit para nelayan dalam pengisian BBM.

Hanya saja kata Abdi dalam setiap pengisian BBM perlu diatur dengan baik termasuk untuk mereka yang akan mengisi dengan menggunakan jerigen agar tidak kacau.

“Supaya tidak kacau termasuk menghindari keluhan para pengendara dalam mengisi BBM maka perlu diatur dengan baik jam pengisian untuk warga yang akan mengisi dengan menggunakan jerigen” tuturnya.

Menurutnya kalau pihaknya mengatur jadwal pengisian BBM untuk para nelayan yang menggunakan Jerigen disaat sepinya kendaraan melakukan pengisian BBM.

“Efektifnya memang di malam hari sekitar jam 09.00 baru bisa melayani para Nelayan mengisi BBM menggunakan Jerigen” ucapnya.

Inipun dilakukan karena menghindari teguran dan keluhan dari para pengendara motor dan mobil.

*”Kan tidak elok kelihatan disaat banyaknya antrian kendaraan ada pula di sana berdesakan warga yang membawa Jerigen untuk sama-sama mengais BBM” paparnya. (Shkm).