Sengketa Tanah BRI Unit Lamalaka Bantaeng Berbuntut Penyegelan

Jumat, 19 Februari 2021 | 20:01 WITA
Penulis :
Kantor BRI Unit Lamalaka Bantaeng yang di segel oleh warga

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS – Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Lamalaka, Cabang Bantaeng kembali di segel oleh warga, Jum’at (19/2/2021).

Penyegelan ini dilakukan oleh warga yang mengaku kalau tanah yang diatasnya kini berdiri bangunan kantor BRI unit Lamalaka yang terletak di Kampung Pasorongi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan adalah tanah milik dari almarhum Andi Nadjamuddin.

Salah seorang ahli waris, Muh. Said mengatakan kalau terkait tanah tersebut dirinya sudah menempuh jalur hukum melalui pengadilan dan bahkan menurutnya sudah ada putusan dari Mahkamah Agung sejak 2011 lalu yang memenangkan pihak dari ahli waris dari Almarhum, Andi Nadjamuddin.

“Kami telah memenangkan perkara ini sampai ke Mahkamah Agung namun sampai saat ini pihak dari BRI masih saja mencari dalih agar bisa tetap menempati tanah kami” ucapnya saat ditemui di kediamannya di kampung Pasorongi pada Jum’at (18/2/2021)

Dia juga menuturkan kalau terkait kasus tanah tersebut pihak Kepolisian Resort Bantaeng telah mencoba melakukan mediasi dimulai sejak adanya putusan dari Mahkamah Agung.

“Polisi telah melakukan mediasi dan bahkan sudah sebanyak 6 kali” tuturnga

Dan bahkan dirinyapun sudah untuk kesekian kalinya melakukan penyegelan kantor BRI tersebut naman lagi-lagi pihak Kepolisian melakukan pendekatan persuasif dengan mencoba melakukan mediasi sehingga dirinya membuka kembali segel tersebut

“Sudah kesekian kalinya saya segel itu BRI tapi karena selalu ada upaya mediasi makanya saya buka kembali” jelasnya.

Menurutnya, Setelah melakukan penyegelan kantor BRI Unit Lamalaka pada Rabu 17 Februari 2021 lalu pihak dari BRI Cabang Bantaeng mendatanginya meminta dirinya untuk memasukkan tuntutan secara tertulis kepada BRI yang akan segera dikirim ke kantor wilayah yang nantinya akan diteruskan ke pusat.

“Saya telah memasukkan tuntutan secara tertulis sesuai Permintaan mereka, tuntutan itu diterima langsung oleh pimpinan unit BRI Lamalaka, Nasri” tuturnya.

Dirinya menyampaikan kalau salah satu yang tertuang dalam tuntutan tertulis tersebut adalah pihak ahli waris meminta ganti rugi penggunaan tanah yang selama 43 tahun digunakan oleh pihak BRI.

“Dalam surat tuntutan tersebut, Kami meminta BRI untuk membayar ganti rugi penggunaan lahan sebanyak RP 3,5 Miliar yang sudah selama 43 tahun mereka gunakan” ungkapnya.

Muh. Said menambahkan kalau ganti rugi tersebut belum termasuk harga pembebasan lahan yang diatasnya berdiri kantor BRI

Untuk saat ini kantor BRI Unit Lamalaka masih diberi akses keluar masuk serta masih di ijinkan oleh ahli waris untuk melakukan aktivitas karena mereka sadari kalau BRI tersebut adalah fasilitas umum apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang berkepentingan dalam mengurus proses pencairan dana bantuan Presiden (Banpres) UMKM.

Namun walaupun demikian
Dirinyapun tetap memberikan ultimatum kepada pihak BRI agar memberikan kejelasan terkait tuntutan para hali waris dalam waktu dekat ini, dan jika tidak maka pihaknya akan menutup secara keseluruhan dan aktivitas disana akan ditutup permanen.

“Kami tunggu informasi balasan dari pihak BRI sampai hari Senin dan jika tidak kami akan menutup akses keluar masuk kantor tersebut” tegasnya.

Menanggapi kejadian tersebut Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Haris Nicolaus mengatakan kalau pihaknya akan segera melakukan proses mediasi dengan pihak yang menyegel kantor BRI.

“Kami akan berupaya melakukan mediasi dengan pihak yang melakukan penyegelan” ubgkapnya

Sementara itu kepala Cabang BRI Bantaeng, Mirza Indra Firmansyah saat dihubungi lewat via WhatsApp belum memberikan tanggapan

Tapi salahsatu staf BRI, Didin saat dikonfirmasi mengatakan belum bisa memberikan komentar terkait penyegelan tersebut.

“Saya belum bisa kasi Komentar pak” ucapnya singkat. (*).