Sukses Sejuta Akseptor, Lies F Nurdin Terima Penghargaan BKKBN Pusat

Selasa, 16 Februari 2021 | 23:05 WITA
Penulis :
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani, menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Pusat kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani, menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala BKKBN Pusat kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulsel, Lies F Nurdin.

MAKASSAR, MELEKNEWS — Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, dianugerahi piagam penghargaan atas partisipasinya dalam kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor. Piagam yang ditandatangani Kepala BKKBN Pusat, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG (K), diserahkan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani, di Rujab Gubernur, Selasa (16/2/2021).

Bersama Lies F Nurdin, Andi Rita juga membahas sejumlah program yang akan dilaksanakan tahun ini. Dimana, pada tahun 2021 ini, BKKBN adalah koordinator dalam percepatan penurunan stunting. “Salah satu mitra terdekat BKKBN dalam percepatan penurunan stunting adalah Tim Penggerak PKK,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Rita juga melaporkan terkait pendataan keluarga. Ia meminta dukungan Lies, karena 1 April nanti akan dilaksanakan pendataan keluarga serentak di seluruh Indonesia. “Saya mohon ijin, untuk yang pertama didata adalah keluarga Bapak Gubernur,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan program pembangunan keluarga, pengendalian kependudukan, dan keluarga berencana. Ke depan, ada berbagai program yang dilakukan BKKBN, yang terintegrasi dengan program yang dilakukan TP PKK. Antara lain, bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia. “Saya minta ke beliau, untuk menjadi Bunda Genre (Generasi Berencana) Sulsel. Ke depan, kita akan terus bersinergi, karena mitra terdekat kami adalah TP PKK,” tuturnya.

Sementara, Lies F Nurdin sebagai Ketua TP PKK siap mendukung program BKKBN. Kami juga siap menjadi partner, apalagi tbanyak program yang akan dilaksanakan tahun 2021 ini. Terutama bagaimana menekan angka stunting, hingga bagaimana menekan pernikahan anak. “Kalau bisa, kita bekerjasama dengan Kementerian Agama, melibatkan penceramah yang sampai ke desa-desa, sampai ke telinganya anak-anak muda, dan orangtua”, tutupnya.
(Sumber: Pemprov Sulsel)