Bantaeng Dominasi Kompetisi Replikasi Inovasi Tingkat Sulawesi Selatan

Senin, 11 Oktober 2021 | 9:39 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Inovasi dari Kabupaten Bantaeng mendominasi Kompetisi Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (KRIPP) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Biro OrganisasiSekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Fourt Point Makassar, Jumat (08/10).

Dari 7 Finalis yang terseleksi sebelumnya melalui pengajuan Proposal melalui aplikasi Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP), Bantaeng bersaing dengan inovator dari Kabupaten Pangkep, Sinjai dan Luwu Utara. Replikasi inovasi dari Bantaeng adalah pengembangan dari inovasi Bendera SASKIA yang berhasil menembus Top 45 KIPP Nasional tahun 2021.

Keempat inovasi dari Bantaeng itu adalah : 1) SASKIA PUBER (Peduli Ibu Bersalin) dari Puskesmas Campagaloe Kecamatan Bissappu; 2) SASKIA TANGGUH (Lansia tanpa gangguan kesehatan) dari Puskesmas Kassi-kassi Kecamatan Pajukukang; 3) SASKIA PD (Peduli Disabilitas) dari Puskesmas Baruga Kecamatan Pajukukang, serta 4) SASKIA MANIS (Mengatasi penyakit kronis) dari Puskesmas Lasepang, Kecamatan Bantaeng.

Pada penampilan di KRPP tersebut, setiap inovator diberi kesempatan memaparkan inovasinya di hadapan 7 orang Panelis yang berasal dari Perwakilan Pemprov, Akademisi, Aktivis dan Mitra Pembangunan seperti KOMPAK, Yayasan BaKTI dan GIZ-Transformasi.

Kompetisi Replikasi Inovasi tahun 2021 ini merupakan kompetisi baru yang diselenggarakan oleh Biro Ortala Setda Provinsi Sulawesi Selatan, setelah Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang sebelumnya Bantaeng meloloskan 5 Inovasi pada Top 30 KIPP SulSel tahun 2021.

Menurut Ibu Mirna, Kepala Biro Ortala Setda Provinsi Sulawesi Selatan dalam Pembukaan Kompetisi menyampaikan bahwa tujuan Kompetisi adalah untuk Mendorong terbentuknya budaya inovasi dan replikasi inovasi pada Unit Pelayanan Publik di Sulawesi Selatan, serta menjaring dan mendokumentasikan pelaksanaan replikasi inovasi pelayanan public di Sulawesi Selatan sebagai upaya penyebarluasan dampak dan percepatan peningkatan kualitas pelayanan public.

Sebelumnya inovator dari Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Selatan diberi kesempatan mengirimkan proposalnya via aplikasi, kemudian diseleksi dan hasilnya terpilih 7 Finalis yang diundang untuk presentasi dan wawancara. Tahapan terakhir adalah verifikasi lapangan. “Insya Allah, pada bulan November akan diumumkan Juaranya dan diundang ke Makassar untuk penerimaan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan,” ungkapnya.