Antisipasi Arus Mudik, Pemkab Bantaeng Perketat Penjagaan Perbatasan Kabupaten

Jumat, 7 Mei 2021 | 0:50 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Pemerintah Kabupaten Bantaeng, bakal memperketat penjagaan di dua perbatasan Kabupaten yakni perbatasan Kabupaten Bantaeng-Jeneponto dan perbatasan di Bantaeng Bulukumba.

Penjagaan ini dilakukan guna mengantisipasi arus mudik masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 nanti.

Aturan ini rencananya akan mulai diterapkan dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Dikedua perbatasan kabupaten ini akan dibuat pos penyekatan yakni yang akan dipusatkan di Rest Area Pantai Marina untuk perbatasan Bantaeng-Bulukumba
dan di Rest Area Sasayya untuk perbatasan Bantaeng-Jeneponto.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bantaeng, dr Andi Ihsan, Dia menyampaikan kalau posko tersebut dilakukan untuk menjaga terjadinya arus mudik lebaran baik itu yang masuk Ke Bantaeng maupun hanya sekedar melintas.

Dia menuturkan kalau masyarakat yang akan melakukan mudik tersebut tidak akan diberikan tenggang atau keringanan mereka akan ditindak tegas.

“Kita akan tindak tegas semua yang akan melewati perbatasan Kabupaten Bantaeng, mereka tak boleh lewat dan harus balik arah” tuturnya saat melakukan konferensi pers di ruang pertemuan Wakil Bupati Bantaeng pada Rabu (6/5/2021).

Dia juga menjelaskan kalau aturan ada pengecualian buat mereka yang membawa angkutan barang atau logistik.
Pekerja ASN dan swasta yang berdinas di Bantaeng, mereka ini dapat diizinkan namun dengan beberapa ketentuan.

“Pekerja ASN dan swasta tersebut harus membawa surat tugas, membawa sertifikat vaksin atau surat keterangan negatif hasil pemeriksaan Rapid Test Antigen.
Kemudian, pelaku perjalanan dengan kunjungan keluarga meninggal. Serta kunjungan keluarga yang sakit namun dalam hal ini harus memperlihatkan surat keterangan sakit” jelasnya.

Selain itu, ibu hamil dengan didampingi maksimal satu orang dan ibu melahirkan harus didampingi maksimal dua orang.
Terakhir yang dibolehkan adalah pelayan kesehatan darurat.

“Hanya ini yang bisa melintas selain itu, mohon maaf balik kanan (putar arah),” tuturnya.
Kebijakan lain yang diterapkan Satgas Covid-19 Bantaeng yaitu, dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen yang dipilih secara random.
Apabila hasilnya negatif maka pelaku perjalanan tersebut bisa melanjutkan perjalanan.
Namun, ketika hasilnya positif Covid-19 maka dilakukan koordinasi dengan daerah asal untuk ditangani lebih lanjut.

Kemudian, bakal dilakukan tes urine narkoba kepada pelaku perjalanan yang dipilih secara random.

“Apabila ditemukan positif maka kita akan lakukan koordinasi dengan daerah asal untuk dilakukan upaya sesuai dengan protokol SOP. apakah dilakukan karantina atau seperti apa. Kita juga akan melakukan test urine secara random,” ujarnya.