Diduga Korupsi, Mantan Kades Borong Loe Ditetapkan Tersangka Oleh Kejari Bantaeng

Kamis, 25 Maret 2021 | 12:39 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Kejaksaan Negri (Kejari) Bantaeng akhirnya menetapkan pelaku penyalahgunaan Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang terletak di Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sebagai tersangka.

 

bersumber dari Kementerian Sosial R.I pada Desa Borong Loe, Kec. Pa’jukukang, Kab. Bantaeng, Tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Kejari Bantaeng dalam siaran persnya
NOMOR : PR – 01 / P.4.17 / Kph.3 / 03 / 2021

Tersangka, HHS bin HTR ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Bantaeng karena diduga keras telah melakukan tindak pidana Korupsi Penyimpangan atau Penyalahgunaan Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial R.I tahun anggaran 2018 lalu.

Tersangka yang merupakan mantan kepala Desa Borong Loe ini akhirnya harus pasrah mendekam di sel tahanan Rutan Klas II.B Bantaeng, selama 20 hari kedepan sejak tanggal 24 Maret 2021 s/d 12 April 2021.

Penahanan ini dilakukan berdasarkan surat perintah Penahanan Nomor : PRINT-16/P.4.17/Fd.2/03/2021.

Penetapan Tersangka dan tindakan penahanan dilakukan setelah Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bantaeng mengelar ekspose dihadapan Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng.

HHS dinyatakan tersangka dalam kasus bantuan Dana Stimulan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Borong Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng yang disalurkan oleh Kementrian Sosial RI pada tahun anggaran 2018 lalu.

Anggaran sebesar RP 500 juta dikucurkan untuk 200 keluarga penerima manfaat yang dimana setiap KPM menerima bantuan sebanyak Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara transparan melalui rekening KUBE yang dimana sebelumnya dilakukan verifikasi

Selanjutnya Ketua dan Bendahara masing-masing kelompok mencairkan/menarik dana bantuan tersebut dari Bank BRI unit Lamalaka.

Tersangka yang saat itu menjabat sebagai kepala Desa Borong Loe kemudian meminta semua dana bantuan tersebut, kemudian pada tanggal 27 November 2018 tersangka menyerahkan kembali dana bantuan tersebut kepada 18 KUBE yang terdiri atas 180 KPM.

Namun sangat disayangkan pada saat dana tersebut dikembalikan sudah dalam keadaan tidak utuh lagi atau sudah dipotong dengan besaran potongan bervariasi, antara Rp. 600.000, s/d Rp. 900.000.

Karena perbuatannya tersangka diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 155.670.000 berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : SR-006/PW21/5/2020, tanggal 13 Januari 2020.

Pihak Kejaksaan Negeri Bantaeng berharap agar
Masyarakat dapat mengawal dan mendukung penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan atau Penyalahgunaan Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial R.I pada Desa Borong Loe, Kec. Pa’jukukang, Kab. Bantaeng, Tahun 2018.(*).