Air Mata Untuk Nurdin Abdullah

Minggu, 28 Februari 2021 | 20:15 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Pasca penetapan Nurdin Abdullah (NA), Gubernur Sulsel, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Ahad (28/2/2021) dinihari, masyarakat Bantaeng pada umumnya, menitikkan air mata.

Mereka tidak menyangka sosok yang pernah memimpin Bantaeng dua periode 2008 – 2018, berubah status dari Gubernur menjadi tersangka. Kebanyakan dari mereka menganggap status yang kini disandang Nurdin Abdullah hanyalah sebuah mimpi.

Mahmud Baso, salah satu nitizen mengunggah melalui Facebook, bahwa banyak masyarakat Bantaeng yang kehilangan selera makan dan menangis ketika mantan orang nomor satu Bantaeng ini ditetapkan sebagai tersangka.

“Saking dicintaimu sama masyarakatmu banyak masyarakatmu yg tidak bisa makan dan menangis saat mendengar berita dan melihatmu di televisi baik yg tinggal di kota maupun yg tinggal di pelosok desa dan setiap orang yg saya temui merasa sedih atas kejadian yg menimpamu”, tulis Mahmud di akun facebooknya.

Hanya hitungan detik, unggahan tersebut langsung banjir komentar. Umumnya komentator mengaku merasakan hal yang sama, yaitu, hilang selera makan dan bercucuran air mata.

Diantara komentator di beranda Mahmud Baso, adalah, Afdhal Dg Tiro, mengaku merasakan hal yang sama. Demikian pula, Hamka Hafid, berkomentar, lemah, letih, lesu, mendengar kabar itu. Aleysha Quuen “betul sekali, saking baiknya bapak (NA, red)”.

Mayoritas masyarakat Bantaeng menepis pepatah “kemarau setahun dihapuskan hujan sehari”. Mereka tetap tidak melupakan jasa NA, baik dibidang pembangunan maupun sosial kemasyarakatan. Hati dan perasaan mereka sudah terpaut erat dengan sosok NA yang dikenal merakyat.

Sekadar diketahui, selama sepuluh tahun memimpin Bantaeng, dia kerap berkeliling keluar masuk perkampungan. Disetiap kunjungannya ke desa-desa, masyarakat selalu berdatangan berkerumun mengelilinginya. Mereka menyampaikan secara langsung aspirasinya kepada NA. Makanya tidak heran kalau NA sangat dicintai oleh masyarakat yang dipimpinnya.