Waduh!!! Pulau di Selayar Dijual, Sudah ada DP 10 Juta

Minggu, 31 Januari 2021 | 15:57 WITA
Penulis :
Pulau di Kepulauan Selayar.
Pulau di Kepulauan Selayar.

KEPULAUAN SELAYAR, MELEKNEWS — Seorang pria berinisial SA nekat menjual Pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar seharga Rp900 juta. Padahal, pulau tersebut merupakan bagian dari Taman Nasional Wilayah II Jinato.

Aset negara tersebut kabarnya sudah disepakati dibeli oleh seorang pengusaha perempuan berinisial AS di Kepulauan Selayar. Bahkan sudah ada tanda jadi dari harga yang disepakati tersebut. AS yang membeli Pulau Lantigiang, sudah membayar uang muka sebesar Rp10 juta.

“Sudah ada panjar (uang muka pembelian tanah) Rp 10 juta, di mana panjar tersebut telah diterima oleh KS, keponakan SA,” kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud, Sabtu (30/1/2021).

Pulau di Kepulauan Selayar.
Pulau di Kepulauan Selayar.

Saat ini, polisi masih terus mendalami perihal kasus jual-beli Pulau Lantigiang ini. Sejumlah pihak, termasuk Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) Jinato, juga sudah diperiksa lantaran terlibat dalam pembuatan surat perjanjian jual-beli pulau antara SA dan AS.

“Saat ini kami masih akan mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk menentukan pihak yang dirugikan terkait penjualan Pulau Lantigiang tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, SA dan AS akan diperiksa pekan depan. Namun, belum ada informasi lengkap mengenai kapan tepatnya mereka akan diperiksa.

“Baru mau diperiksa, kita kasi surat panggilan dulu,” kata Kasat Reskrim Polres Selayar Iptu Syaifuddin kepada.

Kasus jual-beli Pulau Lantigiang ini terungkap setelah pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato mendapat laporan dari petugas resor Jinato yang menemukan fotokopi surat keterangan kepemilikan tanah Pulau Lantigiang serta surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang.

Padahal, Pulau Lantigiang, yang terletak di Desa Jinato, Kecamatan Bonerate, Kepulauan Selayar, tidak boleh memiliki tanah di Pulau Lantigiang karena berstatus dalam kawasan taman nasional.

Namun masyarakat disebut boleh terlibat dalam pengelolaan wisata karena Pulau Lantigiang merupakan zona pemanfaatan. Kawasan pulau tersebut memang telah disiapkan sebagai kawasan wisata.

Sekedar informasi, AS merupakan seorang pengusaha asal Selayar. Dia memiliki suami berkewarganegaraan Jerman. (Dtk)