Jual-Beli Pulau di Selayar, Pembeli Transfer DP ke Rekening Ponakan Penjual

Minggu, 31 Januari 2021 | 23:05 WITA
Penulis :
Polres Selayar menggelar konferensi pers soal jual-beli Pulau Lantigiang.
Polres Selayar menggelar konferensi pers soal jual-beli Pulau Lantigian.

KEP. SELAYAR, MELEKNEWS — Polres Kepulauan Selayar menggelar konferensi pers terkait penyelidikan kasus jual-beli Pulau Lantigian yang terletak di Desa Jinato Kecamatan Taka Bonerate kabupaten Kepulauan Selayar.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud menuturkan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan adanya proses transfer uang muka tanda jadi atau DP lewat rekening BRI milik Kasman, ponakan SA.

Disebutkan bahwa AS bakal melunasi pembayaran Pulau Lantigiang seharga Rp900 juta itu setelah sertifikat tanah selesai.

“Pulau Lantigiang seluas 2,8 Ha tercatat dalam Dokumen Zonasi Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTR), sementara dalam Surat keterangan Jual beli antara SA dan AS seluas 7,3 Ha yang diketahui oleh Kepala Desa Abdullah pada saat itu tahun 2015,” ujar AKBP Temmangnganro, Minggu (31/1/2021).

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap tujuh saksi. Dua orang saksi yaitu Abdullah dan Rustam segera kita undang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Begitu juga dengan para pihak yakni penjual dan pembeli akan segera diundang guna menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

BACA JUGA : Waduh!!! Pulau di Selayar Dijual, Sudah ada DP 10 Juta

Kehadiran para saksi ini, kata dia, sebagai bahan gelar perkara untuk menentukan apakah perkara ini pidana atau bukan pidana.

“Sehingga (pemanggilan itu) kita bisa mengambil kesimpulan untuk ditingkatkan menjadi penyidikan atau dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana,” jelasnya.

Polres Selayar menggelar konferensi pers soal jual-beli Pulau Lantigiang.
Polres Selayar menggelar konferensi pers soal jual-beli Pulau Lantigian.

Sebelumnya, seorang pria berinisial SA nekat menjual Pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar seharga Rp900 juta. Padahal, pulau tersebut merupakan bagian dari Taman Nasional Wilayah II Jinato.

Aset negara tersebut kabarnya sudah disepakati dibeli oleh seorang pengusaha perempuan berinisial AS di Kepulauan Selayar. Bahkan sudah ada tanda jadi dari harga yang disepakati tersebut. (*)