Pantai Bantaeng Rawan Abrasi

Sabtu, 30 Januari 2021 | 22:39 WITA
Penulis :
Warga Kampong Bakara Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang yang mukim di pesisir pantai bergotong-royong membangun tanggul pasir penahan ombak
Warga Kampong Bakara Desa Pa'jukukang, Kecamatan Pa'jukukang yang mukim di pesisir pantai bergotong-royong membangun tanggul pasir penahan ombak (foto istimewa)

BANTAENG, MELEKNEWS — Letak Kabupaten Bantaeng yang berbatasan langsung dengan Laut Flores, rawan mengalami abrasi di bagian pantai. Fenomena abrasi ini kerap muncul pada musim barat atau musim penghujan antara November – April setiap tahun.

Berdasarkan penulusuran MelekNews, ada beberapa titik di beberapa desa dan kelurahan pesisir yang pantainya tergerus akibat ombak. Mulai dari sebelah Barat (perbatasan Kabupaten Jeneponto) hingga pantai sebelah timur (perbatasan Kabupaten Bulukumba).

Diantaranya, pantai Mattoanging dan Lasepang (Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng), pantai Mararayya dan Tonro Kassi (Desa Rappoa Kecamatan Pa’jukukang), pantai Lumpangang (Desa Lumpangang Kecamatan Pa’jukukang), pantai Ujung Pico (Desa Biangkeke), pantai Kampong Bakara (Desa Pa’jukukang Kecamatan Pa’jukukang).

Salah satu pantai yang viral, Jum’at (29/1/2021), dilanda abrasi adalah pantai Kampong Bakara. Rumah milik Baddu nyaris roboh akibat abrasi. Warga pesisir di sekitarnya tampak bergotong-royong menahan abrasi dengan cara memasukkan pasir ke dalam karung sebagai tanggul penahan ombak.

Beberapa tahun lalu, (1998 – 2008), Pemkab Bantaeng sudah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah abrasi dengan cara memuat pemecah ombak di beberapa lokasi.