Pemuda di Bantaeng Tewas Bersimbah Darah

Kamis, 28 Januari 2021 | 17:08 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Penyebab tewasnya Tasbir bin Saso (20), warga Lembang-lembang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, di Kalimbaung Jl Sungai Calendu, Kelurahan Mallilingi, Kecamatan Bantaeng, Rabu (27/1/2021), pukul 22.00 wita, masih menyisakan tanda tanya.

Tasbir yang berboncengan dengan rekannya bernama Ferdi, ditemukan warga tergeletak di sekitar pedestrian. Tasbir terkapar bersimbah darah disisi pedestrian. Setengah badan Ferdi berada di atas pedestrian dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Tidak satupun warga di sekitar TKP yang mau buka mulut. Umumnya mereka mengaku melihat korban setelah keduanya terkapar di samping sepeda motor yang digunakan korban.

Salah satu akun facebook bernama Lin Lin, mengaku sebagai kakak kandung Ferdi. “Ohh kdong andikku karengngatala salamakkangi” tulisnya dalam bahasa daerah Makassar dialek Bantaeng yang bermakna “Ohh Tuhan… Selamatkanlah adikku”.

Unggahan Lin Lin mengundang pertanyaan nitizen. Dari kolom komentar, Lin Lin menjawab bahwa teman adeknya meninggal karena ditikam.

Informasi tentang peristiwa ini simpangsiur. Ada yang mengatakan, kedua korban terkapar setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pedestrian. Yang lain mengatakan, sempat terjadi perkelahian.

Sementara keluarga Tasbir meyakini terjadi peristiwa pembunuhan. Pasalnya, leher Tasbir nyaris putus diduga akibat senjata tajam. Pihak keluarga korban nyaris melakukan anarkis, tapi berhasil ditenangkan Ketua RW setempat.

Lurah Mallilingi, Muhammad Ridwan, Kamis (28/1/2021), mengatakan, sesaat setelah kejadian, sejumlah personel Polres Bantaeng tiba dan melakukan olah TKP. Beberapa saat kemudian, personel Polres bergerak ke rumah BL alias BB bin Nrp di Mappilawing, sebelah utara Kantor Lurah Mallilingi.

Dikatakan Lurah, BL yang diduga pelaku pembunuhan akhirnya menyerahkan diri dan sekarang sedang diamankan di Rutan Mapolres Bantaeng.

Beberapa tetangga BL, mengatakan, akibat peristiwa ini, tiga rumah milik keluarga BL ditinggal pergi penghuninya. “Ketiga rumah tersebut kosong. Penghuninya pergi pasca kejadian”, ujar tetangga BL.

Kasus ini belum bisa dipastikan apakah lakalantas atau pembunuhan karena belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Humas Polres Bantaeng, AIPDA Sandri sedang tidak bertugas. Begitupun Kasat Reksrim, AKP Abdul Haris Nicolaus, tidak berhasil ditemui. “Sudah tiga hari pak Kasat tidak masuk kantor karena sedang sakit”, kata sumber.