KTP Warga Terancam Diblokir Jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Rabu, 27 Januari 2021 | 13:58 WITA
Penulis :
Ilustrasi KTP
Ilustrasi KTP.

SURABAYA, MELEKNEWS — Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Saktu Buana memastikan bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya, Jawa Timur.

Sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pun tak tanggung-tanggung, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) terancam diblokir setelah pemiliknya terbukti melakukan pelanggaran tersebut.

”Nomor KTP mereka akan diblokir karena terbukti tidak patuh terhadap PPKM yang diberlakukan di Surabaya,” kata Whisnu Sakti Buana, Selasa (26/1/2021).

Ancaman blokir tersebut dilakukan setelah hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kota Surabaya atas penindakan ribuan pelanggar pada operasi yustisi.

”Dalam evaluasi itu, masih terdapat ribuan orang melanggar protokol kesehatan, khususnya 3M. Selama PPKM, lebih dari seribu orang ditindak dan terancam pemblokiran KTP,” katanya.

Sejak awal penerapan PPKM, sekitar 1.500-1.600 pelanggar telah diamankan.

Seperti diketahui, KTP yang diblokir akan menyulitkan pemiliknya dalam mengurus administrasi di Pemerintah Kota Surabaya. ”Karena itu, mereka harus patuh,” tegasnya.

Menurut Whisnu mayoritas pelanggaran terjadi di warung kopi (warkop) di dekat perkampungan.

Sementara soal pelanggaran yang mendominasi, yaitu tidak pakai masker.

”Biasanya (pelanggaran) kerumunan dan tidak pakai masker, rata di kampung. Warung kopi di kampung gudangnya kena razia di situ. Warkop yang di ujung gang, biasanya paling banyak kita razia,” jelasnya.

Whisnu menilai, kepatuhan di pasar tradisional sejauh ini mulai ada peningkatan disiplin. Operasi patuh prokes juga gencar dilakukan di pasar tradisional.

Ia berharap agar masyarakat Surabaya bisa lebih tertib lagi protokol kesehatan.

Seperti menjauhi kerumunan, memakai masker saat keluar rumah, dan mencuci tangan sesering mungkin.

”Meskipun dekat, biasanya di kampung-kampung itu belanja ke situ saja kok pakai masker. Yang terjaring rata-rata seperti itu. Evaluasi kita tetap itu,” katanya. (Medcom)