Adakah Wakaf dan Amal Usaha Muhammadiyah Bantaeng???

Rabu, 27 Januari 2021 | 10:51 WITA
Penulis :

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Pada umumnya, wakaf berupa tanah atau barang berharga lainnya, kerap menjadi sengketa antara ahli waris dengan penerima wakaf setelah pemberi wakaf meninggal dunia.

Hal ini melanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Halmana, ada beberapa tanah atau lahan yang diwakafkan kepada Muhammadiyah Bantaeng, diperebutkan atau diributkan oleh ahli waris pemberi wakaf.

Salah satunya, terjadi di Ranting Muhammadiyah Rappoa, Cabang Muhammadiyah Tompobulu Selatan, dimana tanah dan harta lainnya milik keluarga Abdul Kadir bin Barubu yang sudah diwakafkan ke Muhammadiyah, disengketakan oleh ponakan almarhum.

Bukan hanya itu. Menurut Sekretaris PDM Bantaeng, Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, beberapa tanah wakaf lainnya perlu diperjelas. Seperti, di Cabang Muhammadiyah Tompobulu Utara, Bissappu Baru (Bissabar), Bissappu Lama (Bissalam), Cabang Bantaeng, dan lainnya.

Kader Muhammadiyah yang tak lama lagi menyandang gelar Doktor ini, mengaku prihatin jika ada wakaf Muhammadiyah yang disengketakan. Apalagi, kata dia, kalau wakaf tersebut kembali dikuasai oleh pihak yang mengaku ahli waris pemberi wakaf. “Jangan sampai terjadi wakaf Muhammadiyah raib satu persatu”, katanya.

Selain wakaf, Hasanuddin juga menyinggung rencana penertiban amal usaha yang menjadi aset Muhammadiyah Bantaeng. Karena, kata dia, ada masjid disalah satu Ranting, sudah meniadakan atribut Muhammadiyah.

Sekretaris PDM berjanji mengagendakan pembahasan wakaf dan amal usaha Muhammadiyah Bantaeng melalui Rapat Pimpinan (Rapim) dalam waktu dekat. Sebelum Rapim, kata dia, PDM akan melakukan roadshow ke seluruh PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah). “Insya Allah, kami agendakan pembahasannya dalam Rapim”, tandasnya.