Pintu Ruang Sekwan DPRD Bantaeng Diberi Police Line, Ini Penyebabnya

Selasa, 3 Agustus 2021 | 14:41 WITA
Penulis :
Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, Muhammad Asri Bakri(kanan) bersama H. Adityawan Said (kiri)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

BANTAENG, MELEKNEWS — Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng melancarkan aksi protes terkait rencana pelantikan Sekretaris Dewan pada Senin (2/8/2021) malam.

Akibatnya Pintu ruang kerja sekretaris dewan (sekwan) DPRD Bantaeng diberi policeline atau garis polisi

Berdasarkan informasi, Sekwan yang bakal dilantik, yakni Jufri yang saat masih menjabat sebagai Kabag Organisasi Setda Bantaeng.

Salah satunya adalah Ketua Komisi C DPRD Bantaeng, Muhammad Asri Bakri, Dia menuturkan kalau penolakan ini dilakukan lantaran calon Sekwan yang bakal dilantik tersebut dinilai tidak layak.

“Pak jufri kabag organisasi. Saya bermitra selama lima tahun dengan beliau waktu periode lalu. orangnya tidak komitmen, dari sisi komunukasi pun tidak kooperatif,” kata Asri.

Asri menyebut, aksinya ini mendapat dukungan dari sejumlah anggota DPRD Bantaeng. Bahkan, ia telah mengkomunikasikan hal ini ke Ketua DPRD Bantaeng Hamsyah Ahmad.

Dia juga menyebut kalau beliau calon Sekwan tersebut tidak komitmen

“Tidak komunikatif dan tidak komitmen dia (Jufri),” katanya.

Dia pun meminta kepada Bupati Bantaeng, Ilham Azikin agar memandatkan nama lain dari eksekutif yang lebih senior dan paham betul birokrasi.

“Kami meminta ke pak Bupati untuk megirim atau memandatkan yang lain dari eksekutif. Utamanya orang senior di birokrasi. Banyak orang senior di eksekutif yang mampu, dan punya komitmen kuat,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menuturkan kalau yang akan dilantik Sekwan tersebut trutama orangnya komunikatif dan mampu menjembatani tugas-tugas kedewanan ke eksekutif.

Terkait dengan penolakan dirinya yang akan dilantik sebagai Sekwan dan penyegelan ruangan Sekwan tersebut Kabag Organisasi, Jufri menyebut bahwa dirinya hanya mengikuti lelang jabatan. Dia mengatakan, informasi ihwal penyegelan ini sebaiknya dikonfirmasi ke BKPSDM.

“Saya hanya ikuti atau jadi peserta lelang jabatan Setwa beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BKPSDM Bantaeng, Muslimin menyebut bahwa dirinya belum mengetahui pasti peristiwa penyegelan itu.

Selain itu, Muslimin juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada persetujuan dari pimpinan DPRD ihwal penetapan Sekwan.

“Tidak begitu dinda, Sekwan sebelum ditetapkan harus mendapat persetujuan pimpinan dewan, karena sampai sekarang belum ada persetujuan pimpinan dewan. Jadi belum ada jadwal pelantikan,” ujar Muslimin. (*)