Tekan Penyebaran Covid-19, PLT Gubernur Sulsel Himbau Untuk Terus Jaga Protkes

Selasa, 1 Juni 2021 | 13:45 WITA
Penulis :

MAKASSAR, MELEKNEWS — Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalammenekan laju penyebaran covid 19 terus membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari dalam Peta Zonasi Risiko kabupaten kota periode Maret 2021.

Dalam data per tanggal 6 Maret 2021 dari 24 kabupaten kota di Sulsel terdapat 14 Kabupaten Kota yang berada dalam kawasan Zona Orange (resiko sedang), dan 10 daerah masuk kawasan Zona kuning (resiko rendah). Sementara pada 26 Mei 2021 Zona Orange tersisa 4 wilayah dan Zona Kuning berada di 20 Kabupaten Kota.

Pencapaian itu tak terlepas dari instruksi dan kebijakan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Apalagi sejak dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur per Maret 2021. Salah satunya, memperketat dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro (PPKM Mikro).

Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kinerja Tim Satgas Penanganan Covid 19 Sulawesi Selatan, yakni Pemerintah bersama Forkopimda, TNI, dan Polri. Menurutnya, data tersebut menjadi pencapaian Sulsel dalam upaya menekan laju penyebaran covid di daerah ini.

“Alhamdulillah sekarang sisa 4 Kabupaten saja yang berada dalam wilayah Zona Orange, ini menunjukkan sebuah pencapaian kita dalam menekan laju penyebaran covid,” ucapnya, di Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Meski begitu, Plt Gubernur pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mentaati dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Tidak hanya itu, lanjut Andi Sudirman, pihaknya juga menegaskan kepada seluruh instansi untuk terus menghimbau dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Tentu ini tidak terlepas dari upaya kita dalam menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Maka dari itu, mari kita terus menjaga untuk protokol kesehatan ini kita terapkan selalu,” tegasnya.

Untuk diketahui, per 31 Mei 2021, situasi perkembangan Covid-19 di Sulsel masih terkendali. Dimana angka kesembuhan masih di angka 97,8%, angka kematian 1,5% dan kasus aktif 0,6%.