Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Dinkes Bantaeng Sosialisasikan Bahaya Rokok

Senin, 31 Mei 2021 | 20:43 WITA
Penulis :

BANTAENG, MELEKNEWS — Peringati hari tanpa tembakau sedunia Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng melaksanakan sosialisasi hidup sehat tanpa tembakau yang dilaksanakan di jalan raya, depan Pos Pelayanan Terpadu, Jalan Raya Lanto, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Senin (31/5/2021).

Menurut Kepala Seksi Promkes, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, Sitti Nahajerah kalau kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantaeng serta sejumlah organisasi masyarakat.

Selain melakukan sosialisasi pihaknya juga membagikan permen dan sticker serta membentangkan sejumlah papan yang bertuliskan sosialisasi untuk berhenti merokok.

“Kami sosialisasikan hari ini kepada masyarakat untuk berhenti merokok, semua itu kami lakukan dalam memperingati hari tanpa tembakau sedunia” ucapnya.

Sementara itu kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, H. Iwan setiawan menuturkan kalau dalam kegiatan ini pihaknya juga menghimbau kepada sejumlah pengendara yang sedang merokok untuk segera membuang rokoknya.

“Kami himbau kepada mereka yang lagi merokok untuk membuang rokoknya kemudian kami berikan permen sebagai pengganti” tuturnya.

Menurutnya kalau tahun-tahun sebelumnya dalam memperingati hari tanpa tembakau sedunia pihaknya sering melakukan sosialisasi bahaya merokok di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Bantaeng.

“Tahun sebelumnya kami lakukan sosialisasi bahaya rokok di sekolah namun karena tahun ini ada bencana Pandemi maka kami hanya lakukan kepada para pengendara di jalan dengan tetap memperhatikan Protkes” ujarnya.

Dia menyampaikan kalau Hari Tanpa Tembakau Sedunia masuk dalam daftar hari kesehatan masyarakat dunia yang diperingati setiap tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Hari kesehatan ini diperingati setiap tahunnya di berbagai belahan dunia. Ini sebagai upaya menekan dan mencegah kematian serta penyakit yang terjadi akibat penggunaan tembakau serta nikotin

Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menginformasikan kepada publik tentang bahaya penggunaan tembakau, untuk mengurangi epidemi tembakau, dan apa yang dapat dilakukan orang di seluruh dunia untuk mengklaim hak mereka atas kesehatan dan hidup sehat serta untuk melindungi generasi masa depan.

Olehnya itu Dirinya menghimbau kepada para perokok untuk bisa segera berhenti minimal mengurangi penggunaan rokok, apalagi bagi mereka yang memiliki anak kecil atau masih balita karena itu bisa membahayakan paru-parunya.

“Anak kecil bisa terkena penyakit paru-paru ketika mencium asap rokok dan bahkan rentang dengan pertumbuhannya dan bisa terjadi stunting” jelasnya.

Diketahui Pencanangan terbentuknya Hari Tanpa Tembakau itu mulai pada 1987 yang dilakukan oleh negara-negara yang tergabung di dalam keanggotaan WHO untuk menarik perhatian global terhadap epidemi tembakau dan kematian serta penyakit yang dapat dicegah yang ditimbulkannya.

Di tahun tersebut, majelis kesehatan dunia mengeluarkan resolusi WHA40.38. Pada 1988, Resolusi WHA42.19 disahkan, yang menyerukan bahwa perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tahun pada 31 Mei. Resolusi tersebut muncul akibat kematian telah mencapai lebih dari dua juta kematian dini di seluruh dunia setiap tahun pada waktu itu.(Sahar).