Pendemo Resah Bupati tak Hadir, Truk Kontainer Tersandera

Kamis, 18 Februari 2021 | 15:09 WITA
Penulis :
Mobil truck yang ditahan dan dijadikan panggung orasi oleh pendemo di Bantaeng

BANTAENG, MELEKNEWS — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bantaeng menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng, Jalan Andi Mannappiang, Kelurahan Lamalaka pada Kamis, 18 Februari 2021.

Mereka menuntut soal kelangkaan pupuk bersubsidi hingga fungsi dan tanggung jawab pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3.

Selain bakar ban, mereka juga menyandera satu unit truk kontainer untuk dijadikan sebagai panggung orasi.

Hal itu mereka lakukan lantaran resah Bupati Bantaeng yang tak hadir di tengah-tengah unjuk rasa itu.

Kepolisian nampak tengah mengatur lalu lintas.

“Tapi apa yang terjadi kawan-kawan, Bupati Bantaeng tidak hadir di sini (panggung orasi),” ujar pendemo di atas truk kontainer.

Sebelumnya diberitakan, para pendemo ini mempertanyakan soal fungsi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 yang dinilai tidak berjalan dengan baik.

Mereka menilai ada praktik mafia pupuk bersubsidi di Bantaeng.

“Fungsi pengawasan KPPP tidak berjalan maksimal dalam upaya mencegah tumbuh dan berkembangnya mafia pupuk subsidi di Bantaeng,” ujar Jenderal Lapangan unjuk rasa, Ammar.

Mereka pun mendesak Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng untuk lebih serius mewujudkan program unggulan menjamin ketersediaan pupuk ini.