Gunung Karama’ Terbelah, Disuap Emas dan Kerbau

Selasa, 9 Februari 2021 | 13:44 WITA
Penulis :

(Misteri Hutan Angker Desa Labbo Bagian Ketiga)

MENURUT cerita Nurdin – juru kunci (penduduk setempat menamakan Pinati) Gunung Karama’ (kawasan hutan Karama’), pada tahun 1970-an gunung ini terbelah, pertanda akan datang bencana menimpa penduduk sekitar. Padahal gunung ini bukanlah gunung berapi dan tidak memiliki bekas kawah sebagaimana lazimnya gunung berapi

Tempo doeloe, masyarakat di kawasan hutan ini percaya kalau gunung terbelah pasti meminta tumbal yang diistilahkan sedekah hutan. Anehnya, tumbal tersebut tidak sembarang orang bisa menyerahkannya.

Illustrasi gunung terbelah
Illustrasi gunung terbelah

Warga setempat berkeyakinan hanya satu rumpun atau satu garis keturunan yang dianggap sakti mandraguna dan memiliki kemampuan berkomunikasi dengan sang penjaga hutan.

Kepala Labbo, Kecamatan Tompobulu, Sirajuddin Siraj, Selasa (9/2/2021), mengatakan, masyarakat di sekitar kawasan pegunungan Karama’ berkeyakinan bahwa hanya keturunan ningrat di kampung tersebut yang mampu mengkomunikasikan kepentingan penduduk dengan penguasa gaib.

Salah satu dari rumpun darah biru yang memiliki kesaktian tersebut, kata Kades, bernama Karaeng Pabaung. “Beliau ini bukan tokoh biasa. Titahnya sangat dipatuhi oleh masyarakat. Tidak ada seorangpun yang berani melanggar larangannya”, tutur Kades.

Juru kunci gunung kawasan hutan Karama’ mengisahkan, ketika gunung terbelah penduduk menggantungkan harapan kepada keluarga besar Karaeng Pabaung. Mereka sangat percaya bahwa tidak ada tokoh yang bisa menyelamatkan sari malapetaka selain Karaeng Pabaung.