Zona Kuning Covid-19, Belajar Tatap Muka Rencana Dibuka

Kamis, 4 Februari 2021 | 15:23 WITA
Penulis :
H. Muhammad Haris, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng
H. Muhammad Haris, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantaeng

BANTAENG, MELEKNEWS — Terkait pandemi Covid-19, Kabupaten Bantaeng dinyatakan berada pada zona kuning. “Iya. Sekarang Bantaeng sudah berada pada zona kuning”, ucap Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. Armawansyah.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bantaeng, H Muhammad Haris, menyatakan, Pemkab berencana menggelar pembelajaran tatap muka. “Karena daerah kita berada dizona kuning pandemi Covid-19, Dikbud mengagendakan pembelajaran tatap muka”, katanya, Kamis (4/2/2021).

Rencana tersebut, lanjut Kadis, akan dibahas bersama Forkopimda dan Satgas Covid-19. “Hasil konsultasi dengan bapak Bipati, Insya Allah Senin (8/2/2021), saya akan prosentasekan metode belajar tatap muka dihadapan Forkopimda dan Satgas”, paparnya.

Menurut Kadis, pembelajaran tatap muka ini akan dilakukan berjenjang. Tahap pertama, kata dia, pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan ditingkat SMP. Kemudian, kata dia, jika kondisi kian membaik, maka dilanjutkan ke jenjang dibawahnya, yakni SD dan TK. ‘Kita akan buka pembelajaran tatap muka secara berjenjang setelah mendapat persetujuan dan Forkopimda dan Satgas Covid-19″, jelasnya.

Diuraikan Kadis, kalau rencana ini disetujui, maka pembelajaran tatap muka SMP dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes). Termasuk soal jumlah siswa yang hadir tatap muka, masih dibatasi hingga 50 persen di dalam kelas dari kondisi normal.

Dikemukakan Kadis, pihaknya tidak hanya menunggu persetujuan dari Forkopimda dan Satgas Covid-19, tapi juga harus ada restu orang tua masing-masing peserta didik. “Harus ada surat keterangan bahwa orang tua setuju dilaksanakan pembelajaran tatap muka”, jelasnya.

Ditambahkan Kadis, jika ada orang tua yang tidak menyetujui dilaksanakannya pembelajaran tatap muka, peserta didik tidak akan mendapat sanksi. Malah dianjurkan tetap mengikuti pembejaran sistem daring (dalam jaringan). “Peraturan yang diberlakukan jika disetujui, sifatnya fleksibel. Artinya, boleh tatap muka atas persetujuan orang tua, dan bisa juga melalui daring”, imbuhnya.