Ketua KPK: Sumbangsih NU bagi pemberantasan Korupsi di Indonesia

Minggu, 31 Januari 2021 | 23:34 WITA
Penulis :
Ketua KPK Firli Bahuri.

JAKARTA, MELEKNEWS — Nahdlatul Ulama (NU) memperingati hari lahir (Harlah) ke-95 pada Minggu (31/1/2021). Bagi Ketua KPK, Firli Bahuri, NU bukan hanya organisasi sosial keagamaan dengan basis dukungan sosial terbesar di Indonesia, NU adalah salah satu komponen bangsa yang sangat besar peranannya dalam berjuang merebut, membentuk, mempertahankan dan menjaga negeri ini.

Firli mengatakan bahwa tidak banyak organisasi sosial keagamaan seperti NU yang merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan negara ini berjalan bagi kemaslahatan seluruh umat, kemajuan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Dan jika berbicara soal kesetiaan pada negara, tak seorangpun yang meragukan NU mengingat NU selalu hadir dan berdiri paling depan dalam menghadapi hingga mengatasi berbagai ragam permasalahan bangsa, seperti persoalan korupsi yang cukup lama menjadi laten di republik ini,” ujarnya.

Firli menyebut, sejak awal berdiri KPK telah diisi oleh insan-insan berkarakter nahdliyin. Menurutnya, karakter Nahdliyin inilah yang menjiwai KPK sehingga tetap tegap berjalan dalam sejuta halang rintang.

“Syukur Alhamdulillah, kerja keras, kerja ikhlas seluruh insan KPK dan segenap eksponen bangsa anti korupsi, telah meningkatkan indeks kepercayaan terhadap KPK menjadi 85,5 persen,” kata dia.

Ia menyimpulkan, setiap insan KPK dan elemen bangsa yang ikut andil dalam perang besar melawan korupsi di Indonesia sejatinya adalah seorang nahdliyin alami.

“NU tidak pernah berdiam diri dan membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan pengelolaan negara seperti korupsi,” katanya.

Firli juga menerangkan bahwa NU berperan aktif dalam pendidikan anti korupsi yang ditanamkam sejak dini di sekolah, pesantren hingga bangku kuliah.

Juga disemaikan ke dalam hati di setiap ceramah yang teduh atau acara keagamaan oleh para ulama, sehingga benih-benih anti korupsi tumbuh dan berkembang, sejalan dengan berkembangnya alam demokrasi di bumi pertiwi.

“Peran serta dan andil NU-lah, Khittah kenegaraan yang sejatinya adalah manifestasi cita-cita didirikannya republik ini untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dapat tercapai dan dirasakan oleh segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangasa hingga Pulau Rote. Selamat Harlah NU ke-95,” pungkasnya.