Pendidikan Pemilih, KPU Selayar Sasar Generasi Milenial Pemilih Pemula

Minggu, 15 November 2020 | 21:14 WITA
Penulis :
Sosialisasi pendidikan pemilih di kompleks Museum Gong Nekara Matalalang, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar pada Sabtu (14/11/2020).
Sosialisasi pendidikan pemilih di kompleks Museum Gong Nekara Matalalang, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar pada Sabtu (14/11/2020).

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Selayar – KPU Kabupaten Kepulauan Selayar menyasar kalangan pelajar sebagai generasi milenial pemilih pemula. Sosialisasi pendidikan pemilih itu digelar di kompleks Museum Gong Nekara Matalalang, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar pada Sabtu (14/11/2020).

Pada sosialisasi itu, Andi Ruslan selaku pemateri menjabarkan mengenai definisi sosialisasi pendidikan pemilih sebagai media penyebarluasan informasi menyangkut tahapan penyelenggaraan pilkada.

Dia menyebut, penyelenggaraan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 nanti diikuti 270 kabupaten kota dan provinsi di Indonesia, serta dua belas kabupaten kota di Sulawesi Selatan.

“Berbagai proses panjang dan berliku telah dilewati, mulai dari penyusunan tahapan, program, dan jadwal, sampai kepada proses penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) dengan melibatkan berbagai komponen terkait mulai dari unsur panitia pemilih kecamatan, panitia pemungutan suara (PPS) dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang bertugas untuk melakukan proses pemutakhiran data pemilih,” kata dia.

Andi Ruslan mengajak elemen pemuda dan remaja untuk menatap kedepan, dan betul-betul menggunakan hak pilihnya.

“Mari bersama-sama datang ke TPS dan menyalurkan hak pilih masing-masing sesuai dengan nurani tanpa harus terpengaruh oleh tekanan dan intervensi dari pihak mana pun,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga turut mengkampanyekan imbauan kepada pemilih pemula untuk dapat lebih rasional dalam menentukan pilihan di pilkada.

Ia mengajak untuk menghindari praktik dan transaksi money politic, serta tidak mempertaruhkan masa depan pembangunan daerah demi untuk memenuhi kepentingan bersifat sesaat.

“Sebagai seorang pemilih cerdas berpikiran sehat dan rasional, generasi muda diajak untuk menentukan pilihan dengan mengenali, melihat dan mempelajari jejak rekam serta memahami program masing-masing pasangan calon,” tandasnya.