Gus Nur Ditahan, Wapres Berpesan Jangan Gunakan Sosmed untuk Hal yang Tak Produktif

Senin, 26 Oktober 2020 | 0:05 WITA
Penulis :
Wapres Ma'ruf Amin. (Antara)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

JAKARTA – Wapres Ma’ruf Amin menegaskan bahwa media sosial sebaiknya tidak digunakan untuk hal yang tak produktif. Wapres memberi pesan itu menyusul setelah penahanan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur dalam kasus dugaan ujaran kebencian.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Wapres Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi. Menurutnya Wapres memang belum memberi tanggapan secara resmi terkait penangkapan tersebut.

“Tapi Wapres menyampaikan jangan sampai medsos kita itu jadi kumuh oleh pembicaraan yang sifatnya tidak produktif dan dilarang agama. Beliau sudah tahu (Gus Nur ditangkap),” ucapnya, Minggu (25/10/2020).

Sekedar informasi, Ma’ruf Amin merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kini menjadi Wakil Presiden.

Dia juga merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif.

Masduki menuturkan, ketika masih aktif di MUI, KH Ma’ruf Amin pernah mengeluarkan satu fatwa yang melarang penyebaran hoaks di media sosial.

Terkait penangkapan Gus Nur, Masduki menilai pernyataan dia telah menyakiti warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Yang dilakukan oleh Gus Nur itu memang menyakiti warga NU. Dari dulu Wapres peduli dengan itu, bahkan boleh dikatakan Wapres kalau tidak setuju dengan siapapun tak akan bereaksi keras atau tidak menyakiti,” ucap Masduki.

Seperti diketahui, Gus Nur kembali kembali dipolisikan karena diduga menghina NU melalui video di salah satu akun YouTube. Laporan itu salah satunya dilayangkan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim.

Polisi pun menerima pelaporan itu dengan nomor register LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Tak membutuhkan waktu lama, polisi akhirnya menangkap Gus Nur di Malang, Jawa Timur Sabtu (24/10/2020) dini hari.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif, dia akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dan kini mendekam di Rutan Bareskrim Polri selama 20 hari ke depan. [Inews/mln]