Dikirimi Ponsel Hingga 1 Truk Kelapa, Perempuan ini Merasa Diteror

Kamis, 23 Juli 2020 | 15:34 WITA
Penulis :
Titik Puji Rahayu (20)
Titik Puji Rahayu (20), dikirimi barang yang tak pernah dipesannya sejak akhir 2018 lalu. (Kompas)

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

KENDAL, MELEKNEWS.ID – Seorang warga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah melapor ke polisi lantaran merasa diteror. Perempuan bernama Titik Puji Rahayu (20) mendapat kiriman barang-barang yang tak pernah dipesan, mulai dari barang elektronik hingga satu truk kelapa. Tak tanggung-tanggung teror ini berlangsung sejak dua tahun lalu.

Titik bercerita, ia menerima kiriman barang sejak akhir 2018. Barang yang datang itu tak pernah dipesan. Masalahnya, barang-barang kiriman ini belum dibayar saat diantar ke Titik.

“Saya seperti diteror,” kata Titik di kantor LBH Jakerham Kaliwungu Selatan Kendal.

Menurut Titik, barang yang dikirim berbagai macam, mulai dari ponsel, mesin cuci, hingga buah-buahan. Terakhir orang yang diduga meneror Titik, mengirim satu truk kelapa yang mengakibatkan pengusaha yang membawa pesanan fiktif itu harus merugi hingga jutaan rupiah.

Ilustrasi
Ilustrasi sosial media.

Bukan hanya diteror dalam bentuk dikirimi barang yang tak dipesan. Ia juga menjadi korban fitnah di media sosial. Fitnah itu juga dialami orang-orang terdekat Titik.

Salah satunya adalah tuduhan kepada sang ayah yang disebut telah menggelapkan 10 mobil dan menculik anak.

Sementara tetangga Titik, Bunda Gendis, difitnah bahwa anaknya hamil di luar nikah. Bahkan, kepala desa juga tak lepas dari fitnah di media sosial oleh pelaku.

“Kepala desa saya juga kena teror yang sama. Semua yang memberi motivasi saya, kena teror,” ujar Titik seperti dikutip dari Kompas.com pada Selasa (21/7/2020).

Titik Puji Rahayu (20)
Titik Puji Rahayu (20), dikirimi barang yang tak pernah dipesannya sejak akhir 2018 lalu. (Kompas)

Ia menduga orang yang mengirimkan barang-barang tersebut adalah orang yang sama dengan melakukan fitnah di media sosial. Titik tak tahu-menahu bagaiamana cara pelaku teror mendapat nama dan kontak orang-orang terdekatnya itu.

Alhasil dengan segala keanehan itu, Titik pun segera melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.