Begini Kronologi Tenggelamnya Bocah 12 Tahun di Bendungan Sungai di Bantaeng

Kamis, 11 Juni 2020 | 16:41 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bocah 12 Tahun di Bantaeng Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Bonto Raja


Bantaeng, MELEKNEWS – Bocah 12 tahun yang ditemukan tewas tenggelam di bendungan yang terletak di kampung Bonto Raja, kelurahan Onto, kecamatan Bantaeng, kabupaten Bantaeng ternyata sedang mancing ikan

Kajdian ini dijelaskan oleh Kapolsek Bantaeng, AKP Syahruddin saat ditemui di kantornya pada Kamis (11/6/2020) malam.

Syahruddin menjelaskan kalau korban Sul (12) adalah warga kampung Pakkulu, Kelurahan Onto, kecamatan Bantaeng, kabupaten Bantaeng.

Korban berangkat mancing di bendungan Bonto Raja yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya diduga bersama dengan dua orang temannya.

“Kabarnya kedua temannya tersebut adalah, Wawan (15) dan Fajrin (7),  sampai saya tinggalkan rumah duka kedua orang ini belum kembali kerumahnya” ucapnya.

Mantan Kapolsek Ermes ini mengatakan kalau korban sudah mendapatkan hasil pancingan sekitar 10 ekor ikan, Namun entah karena apa sehingga korban tiba-tiba saja lompat kedalam air yang kedalamannya mencapai 7 meter tersebut yang membuatnya tenggelam dan merenggut nyawanya.

Seorang perempuan yang kebetulan ada disekitar tempat kejadian kemudian berusaha mencari bantuan.

“Saat perempuan itu berusaha mencari bantuan secara kebetulan Bhabinkamtibmas Polres Bantaeng yang bertugas di wilayah tersebut lewat dan melalui beliaulah saya dengar masalah ini” tuturnya

Dirinya kemudian menghubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BASARNAS agar bisa membantu dalam proses pencarian korban.

Korban yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah Dasar ini diperkirakan tenggelam sekitar jam dua siang dan baru ditemukan sekitar jam tiga siang dan Pada saat koban ditemukan sempat diberikan bantuan pernapasan


Tim pencari sempat kesulitan dalam menemukan korban yang tenggelam tersebut dikarenakan dalamnya air yang mencapai 7 meter.

“Selain air yang dalam kondisinya juga berlumpur sehingga kami agak kesulitan pada saat melakukan proses pencarian” jelasnya.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng untuk segera mendapatkan pertolongan namun sayangnya nyawa korban tak dapat diselamatkan lagi.

“Jam 04.00 WITA korban dibawa dari Rulnah Sakit kerumah duka untuk disemayangkan” ungkapnya.

Rencananya korban akan dikebumikan esok hari Jum’at 12 junni 2020