Hasil Rapid Test Dua Warga Bantaeng Dinyatakan Reaktif, Satu Masih Balita

Rabu, 10 Juni 2020 | 9:45 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bantaeng, MELEKNEWS – Warga kampung Dampang dihebihkan dengan penjemputan dua orang pasien yang telah dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test oleh petugas kesehatan, pada Senin (8/6/2020) sore

Dua orang warga kampung Dampang, Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke ini merupakan ibu dan anak adalah Ros (25) Mus (2) yang dikabarkan baru saja pulang dari Negara Malaysia beberapa bulan yang lalu.

Sekretaris Kelurahan Gantarangkeke, Muh. Idham Khalik menyampaikan kalau sebenarnya kedua orang yang dinyatakan reaktif tersebut sudah lama tinggal di Malaysia dan bulan Desember 2019 lalu dia pulang ke Bantaeng.

“Mereka ini lahir dan besar di Malaysia dan dibulan Desember 2019 lalu dia puang ke Bantaeng untuk silaturahim dengan keluarganya yang ada di Dampang” ucapnya saat ditemui di kantor Kelurahan Gantarangkeke pada Rabu (10/6/2020) siang.

Menurutnya kalau pasien tersebut sebenarnya sudah berencana pulang di bulan Maret 2020 lalu namun karena penyeberangan ke Malaysia tertutup maka keberangkatannya tertunda.

“Keberangkatannya di bulan Maret lalu sempat tertunda karena penyeberangan ditutup jadi nanti dibulan Juni ini baru ada jalur penyeberangan” jelasnya.

Pihak kelurahan sempat memberikan surat ijin perjalanan tapi sayangnya ketika berada di kabupaten Pare-Pare anak pasien mengalami sakit.

“Dia sudah sempat berangkat dan sudah berada di Pare-pare namun disana anaknya yang baru berumur sekitar dua tahun mengalami sakit” tuturnya.

Karena anaknya mengalami sakit maka pihak keluarga berinisiatif untuk kembali ka Bantaeng.

“Mereka ini ada empat orang yang berangkat yakni AH, Kakek dari pasien dan Nur, nenek dari pasien” kata Idham

Setelah dilakukan Rapid Test ternyata dari empat orang ini dua dinyatakan reaktif dan petugas kesehatan memberikan mereka dua pilihan yakni melakukan karantina mandiri dengan syarat tidak boleh kontakdebgan orang lain atau karantina yang dilakukan oleh pemerintah.

“Mereka memilih karantina yang dilakukan oleh petugas kesehatan” ucapnya.

Saat ini dua pasien tersebut sudah berada di Hotel Swiss Bell Makassar untu melakukan karantina mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan Swab.

Sedangkan untuk orang tua dari Ros saat ini telah melakukan karantina mandiri dan dalam pengawasan, selain itu rumah dan sekitarnya sudah dilakukan penyemprotan oleh tim puskesmas dan tim kesehatan kabupaten

“Kami lakukan pengawasan terhadap orang tua pasien yang saat ini sudah melakukan karantina mandiri, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya pihak kelurahan siapkan sembakonya” jelasnya