Selama Pandemi, Penggunaan Alat Kontrasepsi dan Angka Kehamilan di Bantaeng Meningkat

Rabu, 27 Mei 2020 | 9:21 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bantaeng, MELEKNEWS – Penyebaran wabah virus Corona ternyata juga berdampak pada penggunaan alat kontrasepsi di masyarakat yang ada di kabupaten Bantaeng.

Hal tersebut terus bertambah setelah diterapkannya Physical Distancing

Data dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Bantaeng menyebutkan bahwa sejak bulan Januari sampai Apri 2020 Penggunaan alat kontrasepsi diKabupaten Bantaeng mengalami peningkatan.

Seerti yang disampaikan oleh kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga Dinas  PPKB kabupaten Bantaeng, Fahmi Kurniawan 

“Penggunaan alat kontrasepsi sejak bulan Januari hingga apri 2020 di kabupaten Bantaeng ini memang mengalami peningkatan” ucapnya Selasa, (12/5/2020).

Dia memaparkan data penggunaan lalat kontrsepsi di masyarakat yang mengalami peningkatan tersebut antara lain adalah :

Pada penggunaan alat lat kontrasepsi IUD berjumlah 124 di bulan Januari bertambah 164 pada bulan April 2020.

Sedangkan untuk penggunaan MOP yang berjumlah 9 di bulan Januari bertambah menjadi 12 pada bulan April.

Dipenggunaan Kondom juga meningkat dari  73 dibulan Januari menjadi 79 di bulan April, Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi MOW pada bulan Januari berjumlah 184 bertambah menjadi 225 pada bulan April.

Menurutnya dari sekian alat kontrasepsi yang mengalami peningkatan penggunaannya dimasyarakat penggunaan suntikanlah yang paling mendominasi yakni dari 21.785 di bulan Januari menjadi 21.792 di bulan April 2020.

Disusul penggunaan PIL dari  1.885 bertambah menjadi 2.052 di bulan April.

Penggunaan alat kontrasepsi diKabupaten Bantaeng meningkat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya semakin mudahnya mendapatkannya karena banyaknya tempat pelayanan yang tersedia.

“Selain mendapatkannya mudah juga gratis adanya pula program bakti sosial pelayanan KB yang bekerja sama dengan Kodim 1410 Bantaeng yang selalu dilaksanakan” tuturnya.

Penggunaan alat kontrasepsi yang meningkat diKabupaten Bantaeng ternyata berbanding terbalik dengan angka kehamilan yang terjadi.

Munurut Fahmi dari data yang dimiliki oleh Dinas PPKB Bantaeng, rekap terakhir terus mengalami peningkatan dari bulan kebulan yakni dari Januari berjumlah 1.192, Febuari 1.343, Maret 1.442 dan April 1.431.

“Peningkatan ibu hamil diKabupaten Bantaeng ini sebenarnya tidak ada pengaruh atau hubungannya dengan Pandemi” ucapnya.(SHKM)