Hadir di Kaloling Bantaeng, Mentan RI Minta Harga Jagung Jangan Turun

Selasa, 21 April 2020 | 3:15 WITA

MelekNews, Bantaeng – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja diKabupaten Bantaeng pada Senin (20/4/2020).

Kehadiran Menteri pertanian ini disamping menyerahkan bantuan berupa alat pelindung diri kepada pemerintah kabupaten Bantaeng di Posko Induk percepatan penanganan Covid -19 juga sekaligus menyaksikan panen raya yang dilaksanakan di desa Kaloling, kecamatan Gantarang Keke

Kepala desa Kaloling, Abdul Rahman. HS mengatakan kalau kehadiran Mentan  diwilayahnya ini disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Walaupun demikian dirinya telah memberikan imbauan sehari sebelum kedatangan Mentan kepada warganya untuk tidak hadir dilokasi kecuali yang berkepentingan.

“Kami telah imbau kepada warga untuk tidak hadir dilokasi panen raya yang dihadiri Mentan kalau tidak ada kepentingan” ucapnya.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penularan wabah penyakit Covid -19.


Menurutnya Dalam kesempatan ini Mentan juga menghadirkan pihak perusahaan jagung ternama Jaffa  dan meminta agar dipasaran jagun tidak turun harga.

“Dia minta supaya harga jual jagun itu jangan sampai turun di kisaran RP 3250 perkilonya” tuturnya

Menurut Abdul Rahman kalau selama pandemi ini harga jagun di Bantaeng ambruk karena Hanya berkisar antara RP 1500 – 1700 perkilonya.

“Selama pandemi ini  harga jual jagung petani paling tinggi RP 1700 Saja” jelasnya  

Menurutnya masyarakat yang ada di desa Kaloling mayoritas pekerjaannya adalah petani Jagung yang dimana dalam setahun melaksanakan dua kali musim penanaman.

“Mayoritas masyarakat Kaloling itu petani Jagung jika harga beli jagung rendah maka akan sangat terasa pada dampak ekonomi masyarakat” jelasnya.  

Dia berharap dengan adanya Mentan di Bantaeng dan meminta kepada pihak perusahaan agar harga jagung dinaikkan maka petani jagung ini bisa sejahtera.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan kabupaten Bantaeng, Budi mengatakan bahwa diKabupaten Bantaeng ini sebenarnya memiliki potensi dalam menghasilkan komoditi jagung.

“Kita memiliki potensi dalam komoditi jagung karena di Bantaeng ini ada ribuan hektar are lahan yang digunakan untuk menanam jagung” jelasnya.

Menurutnya selama wabah virus Corona ini merebak maka sangat berpengaruh kepada masyarakat petani jagung.

“Semua ini saling berantai jadi termasuk petani jagung juga pasti terdampak Covid-19 ini” ucapnya.(SHKM)