Korban Penularan Virus Hepatitis di Bantaeng Masih Terus Bertambah, Ini Jumlahnya

Rabu, 4 Maret 2020 | 4:34 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

MelekNews.Id, Banraeng — Virus Hepatitis yang sempat menghebohkan kabupaten Bantaeng beberapa waktu lalu ternyata sampai saat ini masih terus bergentayangan.

Meski diketahui bahwa dinas kesehatan kabupaten Bantaeng selama ini telah berupaya untuk menekan dan terus melakukan sosialisasi namun korban dari virus Hepatitis ini masih terus saja bertambah.

Meskipun yang terjangkit virus Hepatitis kali ini sudah tidak separah yang terjadi beberapa waktu yang lalu namun penyakit menular yang satu ini cukup membuat seseorang menderita.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Hikmawaty mengatakan kalau penderita penyakit Hepatitis yang terdaftar di RSUD Bantaeng pertanggal 24 Februari 2020 sudah lebih dari 100 orang pasien.

“Itu di RSUD. Belum lagi di klinik ataupun di Puskesmas,” tuturnya Rabu (4/3/2020)

Dirinya menyampaikan kalau masih ada sekitar tiga sampai lima orang penderita Hepatitis yang masuk ke RSUD Bantaeng setiap harinya

Menurut Hikma kalau saat ini yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah dengan tetap menjaga pola hidup sehat

“Masyarakat harus membiasakan cuci tangan dengan bersih sebelum mengkonsumsi makanan, juga menjaga cara batuk serta bersin yang baik dengan menutup hidung dan mulut” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Armansyah mengatakan kalau pihaknya telah memutus penularan virus hepatitis yang lewat makanan dan minuman.

Menurutnya kalau Kasus Hepatitis itu ada 5 macam, ada Hepatits A, B, C, D dan E. Untuk penularan Virus Hepatitis A itu bisa melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi virus Hepatitis A. Demikian pula Hepatitis E.

Sedangkan Khusus Hepatitis B, C dan D paling umum melalui darah dan cairan kelamin.

“Penularan dari makanan dan minuman telah kita putus mata rantai penularannya dengan berbagai usaha mulai dari pemeriksaan depot air minum, pemeriksaan sampel makanan hingga sosialisasi dan pembagian alat pelindung diri pada saat menjajakan makanan,”jelasnya.

Namun menurutnya, untuk kasus penularan virus melalui kontak langsung antar perorangan, Ketua Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki) Sulawesi ini menjelaskan bahwa hal itu masih gencar disosialisasikan agar bisa terhindarkan.

“Sosialisasi masih terus dilaksanakan dalam membentuk mindset masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Penularan dari orang ke orang butuh usaha lebih keras karena melibatkan kemampuan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dari masing-masing individu,” tutup dia. (SHKM)

Bagaimana Tanggapan Anda?


PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita sebelumyaWakapolres Bantaeng Buka Pelatihan Fungsi Lantas Dalam kecelakaan
Berita berikutnyaSetelah 5 Tahun, FITRA Minta UU Desa Disederhanakan