Tingkatkan Pelayanan Kemasyarakat, Polsek Tompobulu Buka Layanan Door To Door ke Warga

Senin, 24 Februari 2020 | 0:51 WITA

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

  • MelekNews.Id, Bantaeng – Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat Kapolsek Tompobulu, IPTU Suhardi menjalankan program Wilayah bebeas Korupsi (WBK) di wilayah kerjanya.Program WBK ini merupakan program Kapolri yang dimana dalam pelaksanaannya mengratiskan semua bentuk pelayanan kemasyarakatMenurut Kapolsek Tompobulu, Iptu Suhardi mengatakan kalau pelayanan yang dimaksud terawbyt adalah, pembuatan laporan Polisi, pembuatan surat ijin keramaian, pembuatan surat keterangan hilang, serta pembuatan Pengantar SKCK dan Pengawalan kepada jenasah dan pengantin

  • “Semua pelayanan Kemasyarakat itu kami gratiskan tanpa dipungut biaya sama sekali termasuk pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang saat ini dilakukan secara door to door” ucapnya. Senin (24/2/2020)Sementara itu jumat KA SPK Polsek Tompobulu Bripka Suhardi Hamid menyampaikan kalau dalam pelayanan SPKT itu dirinya menjalankan pelayanan prima yakni SPKT Door to Door.

    Pelayanan ini dilakukan agar Warga yang ada di kecamatan tompobulu tidak perlu lagi mendatangi kantor Polsek untuk membuat laporan Polisi ataupun Laporan kehilangan

  • .”SPKT Door to Door dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan laporan dan penanganan pertama dari kepolisian yang tidak sempat datang ke polsek terdekat”tuturnya.Suhardi melanjutkan kalau dalam layanan ini, lmasyarakat tinggal menelepon Call center SPKT Polsek tompobulu yakni di nomor 081244173367.

    “Petugas akan mendatangi rumah Masyarakat dalam estimasi waktu yg sangat cepat yakni sekira 5 – 15 menit sesuai dengan jarak tempuh untuk mendatangi rumah warga”jelasnya.

  • Layanan tersebut sendiri mulai dibuka pukul 07.00 hingga 17.00 Wita setiap hari kerja dari hari senin sampai jumat.”SPKT Door to Door ini hadir untuk melayani masyarakat, terutama para warga masy tompobulu yang kurang mampu dlm hal biaya transportasi ataukah masyarakat yg disibukkan dengan aktifitas keseharian mereka”ungkapnya