BANTAENG, MELEKNEWS.ID — Desa Ulugalung kembali menunjukkan langkah berani dalam mendukung pendidikan warganya. Pemerintah desa memastikan dua asrama mahasiswa masing-masing untuk putra dan putri, telah disiapkan lengkap dengan penjaga yang standby penuh. Langkah ini menegaskan komitmen Kepala desa untuk tidak tinggal diam melihat beban pendidikan yang terus meningkat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Ulugalung, Haleko, Dia mengatakan kalau Asrama tersebut bukan sekadar fasilitas seadanya. Pemerintah desa menyewa dua rumah besar yang difungsikan khusus untuk menampung mahasiswa asal Ulugalung. Infrastruktur, akses, dan keamanan disusun ketat agar mahasiswa bisa fokus belajar tanpa gangguan.
Daya tampungnya pun tidak main-main. Dengan kapasitas 40 orang, masing-masing asrama mampu menampung 20 mahasiswa putra dan 20 mahasiswa putri. Pemerintah desa jelas ingin memastikan tidak ada mahasiswa desa yang terpaksa kuliah sambil memikirkan tempat tinggal yang tidak pasti.
Proses pendaftarannya dibuat sederhana namun tertib. Mahasiswa cukup datang ke kantor desa dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga sebagai bukti domisili. Tidak ada birokrasi bertele-tele. Semuanya dibuat cepat karena pemerintah desa paham betul bahwa waktu mahasiswa terlalu berharga untuk dihabiskan mengurus administrasi rumit.
Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari banyak orang tua. Bukan rahasia lagi, biaya hidup mahasiswa di kota kerap kali lebih mahal dari biaya kuliah itu sendiri. Dengan adanya asrama gratis ini, satu beban besar bisa langsung terangkat dari pundak keluarga.
Tidak berhenti di mahasiswa, perhatian desa juga merambah ke tingkat pelajar. Pemerintah desa menyalurkan bantuan khusus bagi siswa berprestasi di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Ulugalung. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi strategi untuk memompa motivasi belajar sejak usia dini.
Program bantuan siswa prestasi diberikan kepada peringkat dikelas. Desa Ulugalung ingin membangun generasi cerdas dan tangguh yang kelak mampu mengangkat nama desa di level yang lebih tinggi.
Kepala desa menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pendidikan adalah investasi yang akan kembali berkali-kali lipat. Mereka tidak mau terjebak dalam pola lama yang hanya fokus pada pembangunan fisik tanpa memikirkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala desa menekankan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama. “Jika generasi muda kita lemah, maka desa juga lemah. Karena itu kita tidak boleh ragu mengambil langkah konkret,” tegasnya
Upaya Desa Ulugalung ini menjadi contoh bagaimana pemerintah desa dapat memainkan peran besar dalam memutus rantai kesulitan ekonomi melalui akses pendidikan yang lebih manusiawi dan berpihak.
Dengan terobosan ini, Desa Ulugalung mengirim pesan jelas: tidak ada alasan bagi anak-anak desa untuk berhenti sekolah atau kuliah karena masalah biaya. Pemerintah desa memilih bertindak, bukan sekadar berjanji. Ini bukan program basa-basi. Ini aksi nyata.
Sementara itu salah satu warga yang pernah menikmati asrama mahasiswa tersebut, Jimung
Menuturkan kalau dirinya sangat bersyukur dengan
adanya asrama tersebut
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada beliau” ucapnya singkat saat Dihubungi Senin 23 Desember 2025.
Jimung menilai kalau sikap yang di ambil oleh kepala desa ulugalung mesti menjadi contoh positif untuk kepala desa lainnya, tindakan ini untuk generasi cemerlang dan regenerasi lebih berkualitas.






