Sosok  

Inilah Sosok Abdul Azis, Setia Menemani Ilham Azikin Dari Masa Kecil Hingga Menjadi Bupati



BANTAENG, MELEKNEWS.ID — Abdul Azis Bartaku dikenal sebagai salah satu sosok yang paling setia mendampingi DR Ilham Azikin. Selama hampir lima puluh tahun, ia terus berada di sisi Ilham Azikin.

Abdul Azis berasal dari Ternate. Pada bulan September 1977, ia pertama kali bertemu dengan Azikin Solthan, anak dari Bupati Bantaeng saat itu, Soltan, yang merupakan ayah dari Ilham Azikin.

“Waktu itu, Pak Azikin masih menjabat sebagai kepala desa. Saya berada di era Pak Soltan sebagai Bupati Bantaeng,” ungkap Abdul Azis.

Ia menceritakan bahwa awalnya ia berniat mencari pekerjaan di Jakarta, namun Azikin Solthan mengajaknya untuk ikut ke Bantaeng. Abdul Azis akhirnya memilih mengikuti ajakan tersebut.

“Saya memutuskan untuk ikut Pak Azikin, dan di sana saya bertemu dengan Ilham Azikin, yang kala itu masih anak-anak dan bersekolah di SD,” kenangnya.

Abdul Azis ternyata memiliki keahlian dalam seni bela diri. Ia adalah seorang alumni perguruan bela diri dari Ternate.
Keahliannya dalam pencak silat ia turunkan kepada Ilham Azikin.

“Pak Ilham Azikin mewarisi ilmu silat saya. Dia sangat mahir,” ungkapnya.

Abdul Azis kemudian memutuskan untuk menetap di Bantaeng. Ia menikahi warga setempat dan hidup sebagai bagian dari masyarakat Bantaeng.

Hingga kini, Abdul Azis masih melatih pencak silat dan menjalankan bisnis sound system. Kesetiaannya pada Ilham Azikin tidak pernah goyah sedikit pun.

“Saya tidak akan pernah meninggalkannya. Saya akan selalu ada di dekatnya, melindunginya seperti anak saya sendiri,” ujar Abdul Azis.

Ilham Azikin juga berbicara tentang sosok Abdul Azis. Setelah menjabat sebagai Bupati Bantaeng pada tahun 2018, Ilham Azikin berencana membiayai perjalanan Abdul Azis ke Ternate untuk pulang kampung, namun keluarganya awalnya menolak.

“Setelah saya menjadi bupati, barulah dia ingin pulang kampung. Saya memintanya untuk bertemu keluarganya di sana, setelah 40 tahun tidak pulang,” cerita Ilham Azikin.

Namun, anak-anak Abdul Azis khawatir ayah mereka tidak akan kembali ke Bantaeng jika pulang ke Ternate.

“Awalnya istrinya yang khawatir karena takut suaminya tidak kembali. Akhirnya, saya menyuruh mereka pergi bersama-sama. Setelah dibujuk, anak-anaknya pun akhirnya setuju,” tambah Ilham Azikin.

Bagi Ilham Azikin, Abdul Azis adalah sosok yang penuh kasih sayang. Hubungan mereka bukan didasari kepentingan atau materi, tetapi ikatan emosional yang kuat.

“Kami tidak bisa dipisahkan,” kata Ilham Azikin. (*)