HMGF FMIPA Unhas Gelar GPS Sosialisasi, Pemasangan Peta Serta Rambu Daerah Rawan Longsor di . Gowa

Senin, 27 Mei 2024 | 0:14 WITA
HMGF FMIPA Unhas Gelar GPS Sosialisasi, Pemasangan Peta Serta Rambu Daerah Rawan Longsor di . Gowa

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

GOWA, MELEKNEWS.ID — Sebanyak 70 Pengurus Himpunan Mahasiswa Geofisika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin (HMGF FMIPA Unhas) melaksanakan kegiatan Geofisika Peduli Sosial (GPS) di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Jum’at (24/5/2024).

Kegiatan yang dihadiri sejumlah warga ini digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Lonjoboko terhadap bahaya bencana longsor mengingat desa tersebut telah berada dalam zona rawan longsor.

Dalam kegiatan ini, tim HMGF FMIPA Unhas melakukan sosialisasi mengenai daerah rawan longsor kepada masyarakat setempat, Dengan menghadirkan dosen Departemen Geofisika FMIPA Unhas, yakni Prof. Dr. Ir. Muhammad Altin Massinai MT.,Surv sebagai pemateri.

Dengan memberikan Edukasi yang terkait kondisi regional Desa Lonjoboko, tanda-tanda awal bencana longsor, langkah-langkah mitigasi, bahkan pemaparan spesifik mengenai peta tingkat kerawanan longsor di Desa Lonjoboko.

Kegiatan GPS dilanjutkan dengan pemasangan peta tingkat kerawanan longsor dan rambu peringatan kawasan rawan longsor di beberapa titik di Desa Lonjoboko yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terjadinya longsor.

Peta dan rambu tersebut dirancang untuk memberikan informasi yang mudah dipahami oleh semua kalangan masyarakat, sehingga mereka bisa dengan cepat mengidentifikasi daerah yang berpotensi longsor.
.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Dengan adanya sosialisasi dan pemasangan peta serta rambu rawan longsor, warga kami menjadi lebih sadar dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, apalagi edukasi mengenai hal tersebut masih sangat kurang kami dapatkan” ujar Sekretaris Desa Lonjoboko, Masnaeni

Sementara itu Ketua Panitia, Muhammad Fajrin mengatakan jika melihat antusiasme serta partisipasi para kepala dusun serta warga desa membuat semangat ini bukannya terkikis namun sebaliknya malah makin menebal dan mendidih.

Tak lupa juga, Dia mengucapkan Terima kasih yang terkhusus kepada Puang Malik sebagai tokoh masyarakat yang dari subuh dini hari telah hadir untuk memulai bincang-bincang hangat dalam dinginnya udara pagi Desa Lonjoboko.

Dengan adanya kegiatan Geofisika Peduli Sosial (GPS) ini, diharapkan masyarakat Desa Lonjoboko dapat lebih memahami pentingnya mitigasi bencana.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh terhadap bencana.(rls Novia, Kordinator Humas HMGF FMIPA Unhas)