Kepengurusan selanjutnya kemungkinan akan kembali ke sistem kepengurusan dua tahun, seperti yang terjadi terakhir kali pada periode 2017/2019.
Meski demikian Arjuna belum bisa memastikan karena hal tersebut masih dalam kajian.
“Terkait hal tersebut, saya belum bisa katakan benar atau tidak. Masih 50:50. Nantikan saja, bagaimana kami melaksanakan reshuffle FABT,” ujar Arjuna pada 2 Januari 2022.
Namun, yang lebih penting dari itu Arjuna mengharapkan agar pengurus Forum Anak Butta Toa dapat lebih erat secara kekeluargaan.
Tidak hanya itu, kerja sama juga menurutnya perlu dipertahankan mengingat kompleksitas tantangan yang bakal dihadapi Forum Anak Butta Toa ke depannya.
“Saya sebagai ketua FABT menyampaikan kepada teman-teman pengurus agar senantiasa mempertahankan kerjasama serta kekeluargaan yang telah tercipta di FABT,” tutur Arjuna.
Berbicara soal tantangan, kami juga mewawancarai fasilitator FABT Ahmad Fathanah As’ad dalam kesempatan yang berbeda.
Ia menyebut bahwa ke depan masalah FABT kemungkinan akan berkutat pada sumber daya manusia.







