Daerah  

Menapaki Dekade Baru, Fasilitator Forum Anak Butta Toa Sebut Anak Harus Berjiwa Sosial



Menurutnya, dari Forum Anak Butta Toa sendiri saat ini butuh anak-anak yang memiliki jiwa sosial.

Karena ia menilai tantangan yang perlu dihadapi FABT adalah SDM yang peduli dengan sosial, khususnya untuk mendorong terciptanya kesadaran perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

“Tantangan terbesarnya adalah masalah sumber daya manusia, karena mungkin beda generasi beda pola pikir, beda kultur, beda pemahaman,” sebut Ahmad Fathanah As’ad pada 2 Januari 2023.

“Sehingga ke depannya mungkin akan jauh lebih sulit mencari anak-anak yang punya potensi di dunia sosial untuk berjuang menyelenggarakan hak-hak anak di Bantaeng,” sambung Fathanah.

Dalam beberapa waktu ke depan FABT dikabarkan akan melakukan pergantian jabatan, Fathanah menilai perlunya sosok ketua yang mampu menjadi mediator.

“Intinya siapa pun yang akan menjadi ketua, dia yang bisa menjadi penengah, dia yang bisa menjadi mediator, dia pun bisa menjadi fasilitator,” ucap mahasiswa Universitas Indonesia itu.

“Terus juga dia yang bisa memahami masing-masing perbedaan di setiap individu, sehingga dia bisa menggabungkan semua perbedaan itu menjadi satu dalam kekeluargaan,” sambungnya.

Menarik untuk dinantikan langkah brilan apa yang akan dikeluarkan Forum Anak Butta Toa Bantaeng di dekade baru untuk mengajak masyarakat sadar akan pentingnya hak-hak anak.