Program “Reaksi Pagi” di Bantaeng Dapatkan Bantuan CSR Dari PLN

Sabtu, 5 Juni 2021 | 22:31 WITA
Penulis :
Wakil Bupati Bantaeng, Haji Sahabuddin saat menghadiri pemberian bantuan CSR PLN peduli pangan dan gizi

BANTAENG, MELEKNEWS — Wakil Bupati Bantaeng, Haji Sahabuddin menghadiri Serah terima bantuan CSR PLN peduli rumah pangan dan gizi yang dilaksanakan di Dusun Bungung Pandang, Desa Papan Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada Sabtu (5/6/2021).

Direktur Balang Institute, Adam mengatakan kalau banyaknya komoditi hasil pertanian masyarakat yang tidak terjual dimasa pandemi menyebabkan dirinya bersama teman-teman di Balang Institute merasa terpanggil untuk memastikan pangan kita tetap bisa terpenuhi.

Salah satu cara yang ditempuh oleh Balang Institute adalah, pemanfaatan lahan pekarangan untuk memastikan ada sumber pangan.

Disisi lainnya ada beberapa komunitas anak muda yang memiliki potensi yang kerap melakukan eksperimen dengan mengembangkan pertanian organik termasuk Budi daya lalat.

“Komunitas anak muda ini sudah lama mengembangkan pertanian organik termasuk Budi daya lalat yang dimana larvanya dapat digunakan sebagai pakan ikan” ucapnya.

Lebih lanjut Adam menjelaskan kalau diprogram ini mendorong pertanian yang terintegrasi antara, ketahanan pangan dan perikanan serta peternakan.

Melihat potensi para anak muda ini pihak Balang Institute kemudian mengajukan ke PLN karena menurutnya PLN mendukung program di daerah yang memiliki Saluran tegangan tinggi (Suket).

Melalui CSR pihak PLN memberikan bantuan kepada Balang Institute yang oleh Balang Institute sendiri kemudian memberikan CSR tersebut sepenuhnya kepada kelompok wanita Tani bekerja sama dengan yayasan As-Salam yang ada di daerah tersebut.

Selain itu Adam juga mengutarakan kalau dirinya berencana akan mengembangkan program ini dibeberapa daerah yang mengalami kekurangan pangan dan gizi sesuai dengan namanya Rencana aksi pangan dan gizi (Reaksi Pagi)

“Sesuai dengan tujuannya yang dimana salah satu poin menyebutkan pemenuhan pangan dan gizi, olehnya itu kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui daerah yang dinyatakan rawan akan kekurangan pangan dan gizi” tuturnya.

Dirinya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten dalam keseriusannya mendukung program ini. Selain itu Dia juga berharap kedepannya pemerintah bukan hanya memberikan fasilitas seperti bibit dan pakan akan tetapi akan ada pengembangan Sumber daya Manusia berbasis komunitas seperti dalam memberikan pelatihan-pelatihan.

Sementara itu Wakil Bupati Bantaeng, Haji Sahabuddin menyampaikan kalau program yang di inisiasi oleh Balang Institute ini sejalan dengan program pemerintah. Olehnya itu dirinya mengajak semua Instansi terkait untuk berkolaborasi dan ikut bergabung agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Saya sangat optimis ini dapat berkelanjutan sepanjang pihak terkait dibantu para anak muda yang ada di Desa ini dapat dilibatkan terus” tuturnya.

Dia menuturkan kalau harapan besar kita selama masa Pandemi ini adalah bisa tetap produktif dan itu kita akan terus bangkitkan dan selalu memberikan Support

Terkait dengan hasil panen dari program ini, Mantan Ketua DPRD Bantaeng periode 2014-2018 ini menjelaskan kalau itu bukanlah hal yang rumit karena pihak PT Huadi Nickel Alloy selalu siap untuk mengambilnya.

“Di PT Huadi itu selalu kewalahan dalam pengadaan pasokan bahan pokok terutama sayur mayur, jadi saya rasa pemasaran dari hasil program ini tidaklah sulit, tinggal kita supplay masuk kedalam perusahaan tersebut” jelasnya.

Menurutnya pihak perusahaan juga sudah menyampaikan siap untuk membeli hasil panen nantinya dari program ini apalagi semua ini hasil dari organik.(*)