Asisten II Urai Masalah UMKM

Senin, 24 Mei 2021 | 10:13 WITA
Asisten II Pemkab Bantaeng, Andi Meyriani Latippa, memaparkan Masalah dan Solusi UMKM pada acara Sosialisasi Kemitraan Usaha dan Tatacara Pengisian LKPM Online, Senin (24/5/2021.
Asisten II Pemkab Bantaeng, Andi Meyriani Latippa, memaparkan Masalah dan Solusi UMKM pada acara Sosialisasi Kemitraan Usaha dan Tatacara Pengisian LKPM Online, Senin (24/5/2021.

BANTAENG, MELEKNEWS — Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bantaeng, Andi Meyriani Latippa, Senin (24/5/2021), menguraikan permasalahan seputar Usaha Menengah Kecil dan Menengah.

Paparan tersebut disampaikan dalam acara “Sosialisasi Kemitraan Usaha dan Cara Pengisian LKPM Online oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bantaeng”, dihadiri 26 pelaku UMKM.
Mantan Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM ini, merangkum uraiannya dalam bentuk makalah dengan topik “Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan UKM”.

Karaeng Mey, sapaan Andi Meyriani Latippa, mengatakan, salah satu manajemen pengelolaan usaha yang baik adalah adanya pencatatan yang rutin dan teratur. “Pengelolaan usaha yang baik harus dibarengi pencatatan yang dilakukan secara rutin dan teratur”, katanya.

Asisten II menjelaskan hal-hal penting terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UKM. Diantaranya, mengenai karakteristik usaha mikro kecil, karakteristik pengusaha kecil.

Menurutnya, aecara umum ada beberapa permasalahan UMKM. Yaitu, modal usaha, kurang tahu cara membesarkan bisnis, kurangnya inovasi produk, kesulitan dalam distribusi dan pemasaran, belum memanfaatkan pemasaran online, tidak ada merek produk, tidak melakukan program loyalitas untuk menarik perhatian pelanggan, terpaku kepada sistem pembukuan manual, tidak memiliki mentor dan izin usaha resmi.

Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal selaku penanggungjawab kegiatan, Zukhriah, mengatakan, pemateri yang dihadirkan diharapkan dapat menginspirasi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. “Kita berharap para pelaku usaha mendapat tambahan ilmu dalam rangka pengembangan usaha mereka”, ujarnya.