Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda di Bantaeng Terancam Penjara 15 Tahun

Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:14 WITA
Penulis :
Pelaku penyetubuhan anak di bawah umur

BANTAENG MELEKNEWS — Satuan Reskrim Polres Bantaeng akhirnya berhasil meringkus pelaku dugaan tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur pada Selasa (11/5/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Abdul Haris Nicolaus, Dia menyampaikan kalau terduga pelaku diringkus dengan melakukan kerjasama dengan anggota Polres Bulukumba.

Terduga pelaku yang berinisial, WH (24) beralamat di Kampung Lembang Lembang, Kelurahan Pallantikang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng saat ini telah diamankan di Mapolres Bantaeng

Dia juga menyebutkan kalau terduga pelaku saat di interogasi mengakui perbuatannya telah menyetubuhi korban yang berinisial N (16)

Kasat menyebutkan kronologi kejadian yang terjadi Di Jalan Elang, Kecamatan Bantaeng pada Senin 3 Mei 2021 sekitar Jam 19.30 WITA lalu.

Kejadian tersebut Berawal dari perkenalan keduanya di Kabupaten Bulukumba yang Selanjutnya menjalin hubungan Asmara.

Pada hari Senin 3 Mei 2021 sekitar pukul 17.00 wita keduanya muda mudi yang lagi kasmaran tersebut Janjian bertemu di Kabupaten Bulukumba yang kemudian menuju Kabupaten Bantaeng tepatnya di Jalan Elang, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.

Setelah tiba dan beŕbincang bicang keduanya menuju ke sebuah balai – balai dan melakukan perbuatan tak senonoh layaknya suami Istri.

Keesokan harinya keduannya kemudian melanjutkan perjalanan asmaranya dengan menuju Kabupaten Sinjai.

Pihak keluarga Perempuan merasa was-was anak gadisnya belum juga pulang kemudian melakukan pencarian di Kabupaten Bulukumba hingga ke Kabupaten Bantaeng karena tak kunjung didapat orang tua korban kemudian melapor ke Mapolres Bulukumba.

Korban sendiri mengaku rela melakukan hubungan layaknya suami istri karena termakan bujuk rayu si lelaki yang telah berjanji akan dinikahi.

Atas perbuatannya pelaku WH terancam Pasal 81 ayat 2 jo pasal 76D UU RI tahun 2016 ttg perubahan ke 2 atas UU RI NO 23 thn 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.(*).