Pelaku Begal Ditangkap, Satu Warga Tewas, Satu Polisi Luka

Jumat, 2 April 2021 | 20:58 WITA
Tiga Tersangka Pelaku Begal dan Curas
Tiga Tersangka Pelaku Begal dan Curas

BANTAENG MELEKNEWS — Penangkapan terhadap tiga terduga pelaku begal di kampung Senea, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Rabu (31/3/2021), pukul 19.30 wita, berlangsung dramatis. Ayah S, salah seorang terduga pelaku, bernama Maudu (45), mencoba menghalangi petugas. Dia tidak rela putranya ditangkap.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Abdul Haris Nicolaus, Kamis (1/4/2021), penangkan terhadap tiga orang lelaki warga Senea, masing-masing A, S, Y, atas dugaan curas (pencurian dengan kekerasan) alias begal, berdasarkan beberapa laporan yang masuk ke polisi.
Diungkapkan Kasat, pada bulan Juni 2019, NU melapor bahwa dia dibegal di kampung Kaili, Kelurahan Bonto Lebang, Kecmaatan Bissappu. Kendaraan milik NU berupa sepeda motor metik Honda Beat warna merah dirampas oleh lelaki A.
Kemudian, lanjut Kasat, pelapor lainnya adalah AM pada tanggal 19 November 2020. AM melaporkan telah kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Vega, TKP kampung Morowa, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Sinoa.
Pelapor yang ketiga, kata Kasat, adalah lelaki A, warga Kecamatan Uluere. Dia melaporkan kecurian barang berupa, satu unit laptop lenovo, 13 buah tabung LPG ukuran 3 kilogram, pada tanggal 28 Maret 2021.
Kasat Reskrim menjelaskan, tiga laporan tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan penyeledikan. Dari hasil penyelidikan inilah, diketahui ciri-ciri pelaku. Setelah meyakini keberadaan para terduga pelaku, petugas bergerak menuju sasaran. Rupanya, saat penangkapan, ketiga terduga pelaku berada dalam satu rumah di kampung Senea.
Karena penangkapan dilakukan malam hari, lanjut Kasat, petugas bergerak dengan body system. Ketika petugas sampai di rumah panggung yang menjadi sasaran, seorang lelaki menyeruak dari kolong rumah dan langsung menyerang petugas. Penyerang kemudian diketahui bernama Maudu bin Muhammad, si empunya rumah panggung.
Maudu menyerang petugas dengan menggunakan parang. Serangan Maudu melukai salah seorang petugas, yakni, Bripda A. Tak ingin terjadi hal-hal yang lebih parah, petugas terpaksa melumpuhkan Maudu.
Dua korban yang terluka, satu personel Polres Bantaeng, yaitu Bripda A dan satu warga, yaitu Maudu, kemudian dilarikan ke RSUD Prof Anwar Makkatutu. Maudu akhirnya menghembuskan nafas di rumah sakit beberapa saat setelah tiba di IGD. Sementara Bripda A tidak dapat ditangani intensif di oleh petugas RSUD Anwar Makkatutu karena menderita luka cukup parah, lalu di rujuk ke RS Bhayangkara, Makassar.
Diuraikan Kasat, sebenarnya, tiga orang terduga pelaku yang masih satu ikatan keluarga itu (A dan Y bersepupu dengan S, red), tidak melakukan perlawanan pada saat ditangkap. Petugas tidak menyangka akan mendapat serangan mendadak yang dilakukan korban Maudu. Menurut laporan, kata dia lagi, Maudu berada di kolong rumahnya kemudian melakukan penyerangan.
Kecuali laptop dan LPG, dua unit motor hasil curian tersebut dijadikan barang bukti dan sedang dalam penguasaan petugas. “Dua unit motor tersebut berada dalam penguasaan petugas”, ungkap Kasat.
Dari hasil pemeriksaan penyidik, ketiga tersangka melanggar pasal 363 dan 365 KUHP dengan ancaman diatas 7 tahun penjara.
Sebelumnya telah diberitakan, menurut Ambo Dodding, aktivis LSM, keluarga dari tiga orang yang ditangkap tersebut keberatan karena tidak ada barang bukti.
Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya terungkap bahwa tiga warga Senea yang ditangkap tersebut adalah terduga pelaku begal dan tindak pidana pencurian.