Tahun Ini, Aliyah Muhammadiyah Bantaeng Terapkan Madrasah Digital

Rabu, 24 Februari 2021 | 10:58 WITA
Penulis :
H. Salahuddin, S.Pdi, M.Pdi

BANTAENG, MELEKNEWS — Revolusi industri 4.0 atau era digital yang mendunia dan telah merasuk ke semua sendi kehidupan manusia, mengispirasi para pengambil kebijakan untuk melakukan penyesuaian program yang telah dan akan direncanakan, termasuk bidang pendidikan.

Kepala Madrasah Aliyah Bantaeng, Salahuddin, Rabu (24/2/2021), mengatakan, sistem madrasah digital yang akan ditetapkan di perguruan yang dipimpinnya, merupakan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia Badan Litbang dan Diklat Balai Penelitian dan Pengembangan Agama.

Diungkapkan Salahuddin, Kementerian Agama mengeluarkan kurikulum madrasah yang didalamnya mengisyaratkan kepada kepala madrasah untuk mengembangkan madrasahnya. Ada beberapa pilihan di dalam kurikulum tersebut, antara lain, madrasah riset, madrasah berasrama, madrasah digital.

Salahuddin mengaku memilih program digital sebagai program unggulan madrasahnya. “Karena sudah ada beberapa fasilitas digital tinggal dilengkapi sehingga saya memilih program ini sebagai program unggulan madrasah yang saya pimpin”, akunya.

Dipaparkan Salahudidin, target program madrasah digital sebagaimana tertuang didalam panduan madrasah digital, adalah seluruh madrasah negeri dan swasta. Mulai Raudhotul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan penyelenggara pendidikan setingkat yang ada di bawah binaan Kementerian Agama.

Dijelaskannya, madrasah digital yang dikembangkan adalah madrasah yang menyelenggarakan pengelolaan pendidikan mengunakan aplikasi digital. Yaitu, dalam menyelenggarakan pembelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam bentuk mata pelajaran, muatan lokal, atau ekstrakurikuler; menerapkan strategi, sumber dan media pembelajaran berbasis TIK serta menerapkan aplikasi digital dalam sistem penilaiannya. Konsep madrasah ini, kata dia, dinamakan Smart madrasah.

Diuraikan Salahaddin, dalam konsep tersebut perangkat digital bukanlah tujuan melainkan alat bantu penunjang efektifitas dan efisiensi. Keutamaan aspek manusia menjadi supremasi sebagai brain source, penentu kebijakan, memberikan sentuhan kemanusiaan dan sebagai operator perangkat digital.