TNI AL Gagalkan Penyelundupan 28 TKI Ilegal

Minggu, 21 Februari 2021 | 21:46 WITA
Penulis :
Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Minggu (21/02/2021).
Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Minggu (21/02/2021).

MEDAN, MELEKNEWS.ID — Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara pada Minggu (21/2/2021).

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut Robinson Hendrik Etwiory mengatakan, Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan yang berada di Wilayah Kerja Lantamal I melakukan pengejaran terhadap satu kapal Nelayan yang di duga membawa TKI secara Ilegal dari Tanjung Balai menuju Malaysia.

“Kapal jenis Cumi dengan bobot kurang lebih 7 GT (Gross Ton) yang di awaki oleh 1 orang Nahkoda dan 4 orang ABK berhasil dihentikan dan diperiksa muatan dan kelengkapan kapal,” ucap Robinson Hendrik Etwiory pada Minggu (21/2/2021).

“Pada saat pemeriksaan, Kapal nelayan Cumi tanpa nama tersebut membawa 28 orang yang terdiri dari 16 orang laki-laki 11 orang perempuan dan 1 balita (3) perempuan yang di duga akan berangkat ke Malaysia untuk menjadi TKI ilegal,” lanjutnya.

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Minggu (21/02/2021).
Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Lantamal I, Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan 28 TKI Ilegal di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara. Minggu (21/02/2021).

Sementara itu, Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid mengatakan bahwa patroli TNI AL akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli rutin, terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur keluar masuk tidak resmi, baik itu penyelundupan tenaga kerja ilegal, komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba.

“Perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka yang berbatasan dengan negara tetangga masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan tenaga kerja ilegal, melalui pangkalan-pangkalan jajaran Koarmada I, TNI AL akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan yang berpotensi terjadi,” tegasnya.

Kapal tanpa nama pembawa TKI Ilegal itu, ABK beserta penumpangnya yang ditangkap di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara, selanjutnya dibawa menuju panton nelayan Bagan Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. (usman)