Para Kepala Suku Dukung Keberlajutan Dana Otsus

Minggu, 21 Februari 2021 | 21:57 WITA
Penulis :
Para kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otsus
Para kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otsus

PAPUA, MELEKNEWS.ID — Para kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otsus bagi tanah Papua.

Mereka ingin program Otsus di Papua harus tetap dilanjutkan. Sebab sangat berdampak positif bagi masyarakat Papua baik dibidang pendidikan, kesehatan, pembangunan dan kesejahteraan.

“Pada hari ini tanggal 20 Februari 2021, kami 13 orang kepala suku di Pegunungan tengah duduk bersama ingin menyampaikan dukungan kepada pemerintah tentang kelanjutan Otsus jilid II,” ujar Ketua RKPT, Simon Kossay.

“Hanya saja ada beberapa poin kami minta untuk dirubah agar kedepannya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih tepat sasaran untuk orang asli Papua,” sambungnya.

Menurut Simon, percepatan pembangunan yang dilakukan pemeruntah sudah bagus tetapi belum merata hingga wilayah pedalaman.

“Kami mengapresiasi sikap dari presiden Joko Widodo yang sering hadir di Papua, dan kami berharap agar warga kami yang berada di pedalaman dan daerah terpencil tak luput dari perhatian,” harapnya.

Para kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otsus
Para kepala suku yang tergabung dalam RKPT (Rukun Keluarga Pegunungan Tengah) Kabupaten Keerom, Papua menyatakan dukungan untuk keberlangsungan Otsus

Senada dengan itu, Vincentius Himan selaku sekretaris RKPT juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang telah melayani orang Papua lebih dari 21 tahun.

Ia berharap kedepan kalau bisa seluruh jabatan dipemerintahan Papua hingga kelurahan diisi oleh orang asli Papua.

Keterlibatan tokoh masyarakat adat dan agama juga penting dilibatkan dalam penerapan Otus agar pelaksanaan lebih transpararan.

“Kami mendorong pemerintah untuk mengaudit program Otsus agar masayarkat lega dan tidak hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu,” harap Vincentius.